Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Ya asiqol Musthofa absyir binailil muna Ya asyiqol Musthofa absyir binailil muna Qoq roqoka susshofa as-shofa as-shofaa watoba wafdul hana Qoq roqoka susshofa watoba wafdul hana Nurul jamaali bada, minwajhisyamsil hudaa Nurull jamali badaa, min wajhi syamsi hudaa. Toohalladzii biliqoo, qod
9.4121.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

Kai, putranya meninggal dunia. "Gendis!" panggil nya lagi. "Ah iyaa, Um!" sahut Gendhis sambil segera berjalan ke arah Umi Nisa. Wanita yang memiliki flat itu, dia yang menjadi Ibu kos Gendhis sekarang. Umi Nisa memang sangat perhatian sekali. Dia adalah wanita asli keturunan Tarim juga, namun pernah berdakwah dan berjuang lama di Indonesia sebelum sekarang dia menetap ke Tarim kembali. Selama ini dia setiap kali pulang pergi ke Indonesia untuk berdakwah, Gendis mengenalnya setelah pertemuan terakhir dengan Mulki. Mulki hanya memberikan kartu nama Umi Nisa, saat berpamitan seusai pemakaman Kai.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

tanya Sarita saat membuka lembar yang kesekian menampilkan wanita muda dengan bayi perempuan yang cantik. "Itu adalah Nyonya beaar saat masih muda bersama Nyonya muda Alinsky," jawab Rukmi, "Di sampingnya, adalah Ayahnya den Sagara yang masih berumur dua tahun." "Tampan. Apa hubungan Bayi kecil itu dengan Tuan Sagara?" "Bibi. Bayi kecil itu adalah ibu Nona," jawab Rukmi, "Itu yang diperkirakan oleh Den Saga, semoga benar."
1033.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 905 kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

Seperti orang yang baru saja mendapat sebuah kemenangan. “Kenapa Kak, kamu mau naik haji juga?” Tanya Pak Nasrul setelah segelas kopi hitam terhidang di depannya. “Sebenarnya iya. Dari kemarin aku memang sudah memikirkan hal ini. Hanya saja aku punya kendala. Bagaimana caranya aku mendapatkan biaya untuk berangkat kesana?” ucap mak Onah sambil menghela nafas. Seakan ia sedang mendapat beban berat dalam hidupnya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

bisik Mariana sembari merebahkan kepala di punggung Sumi. Wanita itu bereaksi, bergerak dan memutar tubuh. Kini mereka saling berhadapan. Sumi, dengan air mata masih mengalir di kedua pipinya, mengangguk pelan. "Ya, Nyonya adalah anak saya. Buah hati saya yang dulu sengaja saya tinggalkan di panti asuhan karena ... saya tak ingin Nyonya hidup sengsara," tutur Sumi dengan isak tangis yang semakin tak dapat ditahan. Dia juga memberitahukan perihal tanda lahir di lengan kanan, yang dengan refleks, Mariana mengangguk dan memperlihatkan tanda itu pada Sumi.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
Sentuhan Candu Tuan Benji

Sentuhan Candu Tuan Benji

Dari hentakan kaki sebalnya saja, Benjamin Kaisar lebih terlihat seperti bocah usia lima di hadapan Abia. "Aku hanya pergi sebentar, Kai. Hanya seminggu! Kau tahu Ibu cukup rewel saat sakit, dan dia hanya mau diurus olehku ...." Abia kembali memberi pengertian sambil mengecilkan api kompor begitu air yang dimasaknya telah mendidih. "Kau tega meninggalkanku sendiri?!" tanya pria sipit itu dramatis. "Siapa bilang kau sendiri? Ada dia!" Abia menunjuk sang keponakan dengan dagu.
1090.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
Cinta Abu-Abu

Cinta Abu-Abu

Besok paginya kelas XI-A mendadak ribut bahkan sebelum guru datang. “ANJIR SERIUS?!” “Coba liat lagi!” “Akun siapa yang upload?” Hani buru-buru masuk kelas sambil ngos-ngosan. “Kenapa sih pagi-pagi ribut?” Marni langsung menyodorin ponselnya. “Liat.” Di layar terlihat foto semalam. Foto saat Fanya jongkok di depan Brian di tengah hujan. Jelas banget.
173 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Bik Ningsih mengejar Nuha yang sudah mendekati bibir pintu elevator dan tangannya hampir menekan tombolnya. Nuha menoleh dan berkata, “Gamis abaya warna biru laut, ada bordir emas, setelan syari yang dikasih Mama Sahila. Um, saya menyimpan dulu di ruang binatu. Argh, saya juga lupa. Soalnya mau saya kecilin ke tukang jahit. Gamisnya kegedean.” Deg,
10146.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
TERJEBAK CINTA BOS KEJAM

TERJEBAK CINTA BOS KEJAM

Bintang mengusap kasar wajahnya lalu melihat kartu identitas Nesya “Nesya Cantika Sanjaya. Jadi anak tuan Abi bersama istri keduanya itu, Nesya. Tapi kenapa Nesya tidak pernah cerita kalau dia anaknya tuan Abi. Mala bercerita kesederhanaan papanya yang ternyata orang terkaya dan pengusaha dari Surabaya. Nesya, dirimu penuh kejutan.” Bintang kemudian berjalan menuju administrasi.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU

ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU

"Kau benar, memang tak ada yang perlu disembunyikan. Tapi, apakah kau siap dengan resikonya?" Aku mengangguk. "Aku siap Ma. Seperti Mama Meisya yang dicintai oleh Ayahku sampai akhir hayatnya meski dalam kondisi sakit, aku pasti akan menemukan seseorang seperti itu. Jika bukan Bisma…" "Naura, kau bicara apa?" "Pulanglah dulu, kau bisa cari tahu tentang keluarga Pratama. Meisya Danish Pratama. Itu nama ibu kandungku. Dan dia… cukup terkenal dua puluh satu tahun yang lalu."
10110.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai nusaibah binti ka ab
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status