Terdamparnya Sang Putri Duyung
Air matanya menetes, bukan karena kesedihan, tetapi karena keindahan yang luar biasa.
Naya Kirana memandang Putri Anggraini, matanya dipenuhi empati. Ia tersenyum, dan dari bibirnya yang berwarna merah muda, sebuah suara terdengar—bukan bisikan di benak, melainkan suara yang merdu, seperti nyanyian putri duyung yang legendaris, mengisi udara.
"Kau memiliki hati yang murni, nak," kata Naya Kirana, suaranya seperti melodi ombak yang menenangkan. "Kau adalah salah satu dari mereka yang mendengarkan bisikan laut."
Hot Chapters