Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 589 Times as nyanyian akar rumput puisi
Read
+Library
Patah

Patah

Aku adalah gelap yang berterima kasih pada keberadaan matahari. -Leo Zeus- *** Ketika Nayara dan Gia masih membahas puisi itu dan cerita kenapa puisi itu sampai ada, Manggala pun masih bersama pikiran yang tidak bisa hilang dari kepalanya. Saat Nayara tidak bisa tidur mengulang-ulang puisi itu, Manggala pun tidak bisa tidur mengharapkan teman tidur. Dan beberapa hari kemudian Manggala mendapat kejutan yang membuatnya semakin mati akal.
1028.5K viewsCompletedAdded to Library 626 Times as nyanyian akar rumput puisi
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Mungkin Mama sedang mengisi daya batrainya. Kulirik Pak Afnan, dia sedang sibuk dengan gawainya. Aku pun mengetik beberapa bait puisi untuk membunuh waktu, daripada keolenganku kambuh. RANJAU Tuhan Bila hati salah melangkah Tunjukkan arah Bila rasa adalah dosa Hapus segera Dialah gelora Pada cita yang tersita Pada cinta hampir ternoda
106.1K viewsCompletedAdded to Library 158 Times as nyanyian akar rumput puisi
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Dia teringat dengan seorang sastrawan zaman kuno yang bisa menciptakan sebuah puisi dengan mudahnya dalam tujuh langkah, sehingga hari ini dia meminjam puisi sastrawan tersebut. "Daun kacang dijadikan bahan bakar di bawah panci, sedangkan kacang menangis di dalam panci. Mereka tumbuh dari akar yang sama, kenapa harus saling membunuh?" Setelah mengatakan puisi itu, Wira menoleh dan melihat semua orang. Pandangan mereka tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, seolah-olah berpikir mengapa ada orang yang begitu berbakat di dunia ini. Penampilan Wira jelas seperti orang kasar yang hanya mengetahui beberapa huruf saja, tak disangka Wira menciptakan puisi ini.
96.1M viewsCompletedAdded to Library 159.7K Times as nyanyian akar rumput puisi
Show Reviews (2659)
Read
+Library
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Read All Reviews
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Tak lama kemudian, mobil itu memasuki sebuah kawasan perumahan yang lingkungannya sangat asri dan tenang. "Ini di mana?" tanyaku heran. "Nanti kamu juga akan tahu." Rian tersenyum lebar hingga matanya menyipit membentuk bulan sabit. Dia membimbingku berjalan ke depan sebuah bangunan. Itu adalah rumah di lantai dasar yang memiliki halaman kecil. Di halamannya tumbuh berbagai macam bunga dan ada sebuah ayunan kecil di sana. Rian mengetuk pintu.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as nyanyian akar rumput puisi
Read
+Library
MEMBESARKAN BENIH MANDOR BERSAMA SUAMIKU

MEMBESARKAN BENIH MANDOR BERSAMA SUAMIKU

ujar wanita yang paling tua diantara para buruh. Meskipun pohon karet itu sudah menjulang tinggi serta daun nya yang kecil dan lebat. Membuat siapa saja yang ada dibawahnya pasti merasa sejuk. Namun, tetap saja mereka harus menyelesaikan tugas dari mandor tepat waktu. “Ini rumput apaan, bisa tingginya begini,” ucap Mala heran di sela-sela aksi membabatnya. “Rumput merdeka ini namanya,” jawab Meni.
10791 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as nyanyian akar rumput puisi
Read
+Library
Terdamparnya Sang Putri Duyung

Terdamparnya Sang Putri Duyung

Air matanya menetes, bukan karena kesedihan, tetapi karena keindahan yang luar biasa. Naya Kirana memandang Putri Anggraini, matanya dipenuhi empati. Ia tersenyum, dan dari bibirnya yang berwarna merah muda, sebuah suara terdengar—bukan bisikan di benak, melainkan suara yang merdu, seperti nyanyian putri duyung yang legendaris, mengisi udara. "Kau memiliki hati yang murni, nak," kata Naya Kirana, suaranya seperti melodi ombak yang menenangkan. "Kau adalah salah satu dari mereka yang mendengarkan bisikan laut."
1.4K viewsCompletedAdded to Library 29 Times as nyanyian akar rumput puisi
Read
+Library
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Perempuan itu duduk di teras, menatap kosong ke area sawah. Benangnya sudah putus, ia tidak bisa mengikat siapa-siapa lagi. Naya menanam rumput hitam itu di halaman, tanpa ia sangka ternyata rumput itu tumbuh lebih cepat. Malam Jumat Kliwon berikutnya, Naya duduk di depan rumput itu seorang diri. “Kak Sumi,” katanya. “Aku tidak memotong siapa-siapa aku hanya melihat!”
10522 viewsCompletedAdded to Library 16 Times as nyanyian akar rumput puisi
Read
+Library
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

Nyanyian penghibur diri. 'Hush... Hush....!' Usir... usir... usir... usir.... Mereka yang menggangguku.... Kamu yang melekat di mataku.... Di kepala dan dadaku.... Usir... usir... mereka yang menggangguku....' Nyanyian terpatah-patah Raojhin terhenti sebentar. Sesuatu dilihat tidak jauh di depannya, membuat langkahnya juga terhenti. Tampak jasad-jasad kering terserak di permukaan tanah tandus.
109.7K viewsOngoingAdded to Library 223 Times as nyanyian akar rumput puisi
Read
+Library
ANAKNYA MIRIP SUAMIKU

ANAKNYA MIRIP SUAMIKU

tolakku. "Tidak apa-apa, Mbak. Aku sudah makan gulai kambing yang bisa menguatkan tenaga. Ayo kupijit." Nayla masih kukuh agar dia memijit kepalaku. Aku membiarkannya karena dia sedikit memaksa. Sedang memijit kutatap wajahnya. Tidak terlihat dia berniat jahat. Senyumnya lembut seperti biasa. "Gimana Mbak? Enak nggak."
9.354.2K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as nyanyian akar rumput puisi
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status