Obsesi Cinta Sang Mafia
"Kau keluarlah."
Anton mengangguk pelan, kemudian ia pergi melangkahkan kakinya keluar." Tugas bertambah lagi, hah sebenarnya apa yang di inginkan sama si bos? Apakah dia tertarik dengan nona Amara? Tapi itu tidak mungkin, secara nona Amara itu sangat-sangat bar bar dan sangat berbeda jauh umurnya dengan si bos, ngomongnya aja asal mangap, tapi untuk apa si bos mencari tau tentang dirinya dan juga kekasihnya? Atau jangan-jangan si bos otaknya mulai menyimpang? Dia tertarik sama kekasihnya nona Amara? Menyeramkan." Anton berucap dalam hatinya, pikiran-pikiran negatif tentang bosnya mulai berseliweran di kepala si asisten tidak peka itu.