Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
“Seolah kita tidak mampu mengurus urusan domestik kita sendiri di mata aliansi.”
Matteo mendengus pelan, seolah setuju.
Namun Sebastian… tertawa.
Bukan tawa ringan, tawa kasar yang penuh penghinaan.
“Pengawasan kalian?” ulangnya dengan nada sinis. “Yang kulihat bukan pengawasan.”
Ia berhenti tepat di depan meja, kedua tangannya bertumpu di atas permukaan kayu.
“Yang kulihat adalah obsesi sakit,” lanjutnya tajam, “yang membuat adikmu tertekan sampai terjebak dalam kondisi memilukan ini!”