Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nadira

Nadira

"Ndi, ada yang lucu, ya. Kok, gue enggak ketawa, sih?" Nadia memeluk tubuh Nadira dramatis, pura-pura terisak. "Dir, mereka ngetawain ke OONAN, lu," kesal Nadia berteriak tepat di samping telinga Nadira. Membuat Nadira terkejut.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
Ogah Nikah?

Ogah Nikah?

Nanti itu kapan? "Kamu selalu jawab, nanti, nanti, nanti, dan nanti! Ya, nantinya itu kapan?! Itu yang selalu Mamah minta jawabannya. Bukan jawaban nanti dan nanti yang enggak jelas kapannya!" geram Ajeng sambil mendekati Faura. Bukannya takut, Faura justru berjalan mendekati ibunya. Wajahnya ia dekatkan pada telinga Ajeng yang tengah berdiri di depannya. "Faura bukan Tuhan yang maha tahu takdir seseorang!" jawabnya dingin sambil menatap tajam ibunya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
It's Ok! Let's Go!

It's Ok! Let's Go!

tanya dia kepada semua member sebelum meeting dimulai. “Tidak juga! Kami hanya ingin berolahraga bersama saja sebentar lagi!” kata Vino dengan santai. Kemudian dia memperkenalkan diri bahwa namanya adalah Ansana. Karena wajahnya yang cantik dan body ramping, membuatnya nampak lebih muda dariku. Akan tetapi ternyata dia tiga tahun lebih tua dariku. Sejauh dia mengenalkan dirinya, aku bisa langsung tahu bahwa dia adalah wanita yang cerdas. Bisa juga dilihat dari posisinya yang menjadi produser bagian movie untuk ketujuh member ini. Maka dari itu dia hadir pada saat meeting pertama, karena dia ingin tahu rencanaku dalam membuat naskah drama untuk ketujuh member Grup Purple ini.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
Dear Nala

Dear Nala

tanya Nita sembari memandang Nala dari depan cermin. Setelah yakin dengan pilihan masing-masing, kedua gadis itu segera naik ke lantai atas, menuju foodcourt untuk mengisi kembali energi mereka. Nala dan Nita membeli gaun yang sama hanya berbeda warna saja. Jika Nita lebih menyukai warna cerah seperti merah, maka Nala lebih menyukai warna gelap seperti hitam. “Aku ke toilet sebentar,” pamit Nala ketika mereka sudah duduk di sebuah meja. “Aku ikut pesanan kamu saja,” ujarnya sebelum berlalu.
103.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
Please, Uncle Jangan Nakal!

Please, Uncle Jangan Nakal!

Tatapannya dipenuhi dengan kilat jenaka sekaligus sinisme yang kentara. Dengan nada mengejek yang sangat kentara dan sudut bibir yang melengkung sinis, Felix bergumam, “Oh, drama apa lagi ini? Kalina, kau benar-benar punya radar penciuman seperti agen rahasia jika menyangkut perpindahan tempat tinggal Damian. Bagaimana bisa kau selalu mendarat di tempat yang salah pada waktu yang salah?”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
Married Young

Married Young

Jika dilihat dari tadi, gadis itu sangat berekspresif. Karena dia menanyakan namaku, aku mencondongkan diri kedepan untuk melongoknya dengan tangan mengulur agar bisa bersalaman, “Hai.. Namaku Nana.” Alin tidak membalas uluran tanganku. Dia malah menyanyikan soundtrack film animasi si Minion. “Nanana Babanana na... Nanana babanana na....” “Panggil yang benar. Namanya Tante Nana.”
9.815.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

"Alhamdulilah." Beberapa menit kemudian, naga itu membesar sebesar isi gudang itu. "Hai!" ucap naga itu dengan suara anak perempuan berumur 5 tahun "Hai, namaku Nana! Aku adalah naga air yang bisa mengeluarkan air panas, air dingin sampai air sedang, aku juga bisa menguap tinggal dipilih saja mau uapan dingin atau uapan panas. Kamu Sumelika, ya?" nama naga itu adalah Nana, dia kelihatan begitu baik dan ramah.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
Pesanku di Grup Chat Keluarga Tak Pernah Dianggap

Pesanku di Grup Chat Keluarga Tak Pernah Dianggap

tanya Bang Rafi. “Sudah Om. Tinggal bengkak-bengkak dikit di kaki Nana kayak kaki gajah ya? Hehe,” seru Nana sambil menunjuk kakinya yang terlihat biru kehijauan dan sedikit bengkak karena memar. “Gak papa, entar juga sembuh,” ujar Bang Rafi lagi. “Ibu nya Nana mana? Kok sendirian?” tanyaku pula.
1024.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 844 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
Moonlight Kiss

Moonlight Kiss

wanita tiba-tiba memecah kesunyian. “Hah?” Kulepaskan sejenak tatapan dari Neil untuk memandang si A. I. Di sana Nana berdiri sebagai hologram cantik bersenyum ramah. Senyumannya membuat sebagian hatiku melembut. “Menyanyilah,” ujar Nana dengan nada sangat lembut. “Kami ingin mendengar suara indahmu.” Cukup lama aku memandang ke arah Nana. Hatiku terharu mendengar ucapannya. Mulutku tidak dapat kutahan lagi untuk berujar, “Baiklah.”
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
Mantan Oh Mantan

Mantan Oh Mantan

Seketika Anita melempar tatapan tajam, melotot pada mamanya dan berteriak dengan suara melengking, "Mamaaaaa!" Bukannya takut, Heni malah tertawa terbahak. Senang sekali rasanya menggoda sang putri. Heni yakin, kalau dalam hati terkecil anaknya ada salah satu nama pria yang dia maksudkan. Entah itu Sandi ataupun Rama, yang pasti Heni percaya mereka akan membuat putrinya bahagia. ~~
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai oh nana oh nana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status