Titik Nadir Sang Pendosa
Di hidungnya, terpasang selang oksigen dan entah alat apalagi yang menempel di bagian lain.
Mata Naura mengembun. Pandangannya mengabur seketika saat air menutupi matanya. “Tuhan, apa Engkau menginginkan aku hidup hingga aku masih bisa bernapas sampai detik ini? Apa Engkau ingin aku tetap di dunia ini, sedangkan makhluk-Mu yang lain tidak menginginkan keberadaanku disini?”
Naura terisak karena pertanyaannya sendiri. Entah harus senang atau sedih, dia tak bisa mencerna yang terjadi dengan piNaura saat ini.