Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Warning! Mengandung adegan dewasa! Harap bijak dalam memilih bacaan.***“Tara ingin nonton film apa?” tanya pak Donny pada Tara.“ Apa saja boleh koq pak, “jawab Tara ketika dilihatnya pak Donny memilih beberapa DVD yang tertata rapih disana.Tidak lama kemudian seorang asisten datang ke ruangan menonton kami sambil membawa minuman soft drink dan camilan atas perintah dari pak Donny. Asisten rumah tangga itupun berlalu dari hadapan Tara setelah menaruh berberapa minuman soft drink dan camilan di meja bundar disamping sofa yang ada disana.Pak Donny kemudian menutup pintu ruangan menonton itu dan meredupkan lampu yang ada di ruangan tersebut agar terlihat seperti bioskop pada umumnya. Setelah menyalakan vidio yang berisikan film romance terlihat pak Donny duduk di bagian tengah dari sofa itu yang di ikuti oleh Tara yang waktu itu duduk di sofa. Mereka pun duduk bersama di permadani yang terasa lembut pada saat pertama kali Tara ke ruangan tersebut. Terlilhat pak Donny mengambilkan minuman soft drink untuk Tara. Mereka menonton film romance itu dengan sesekali menghela nafas bersama karena ada beberapa adegan dewasa yang di pertontonkan disana. Tanpa disadari pak Donny tiba-tiba telah memegang tangan Tara. Untuk kisah selanjutnya silakan baca pada Bab novel ini.
9.6429.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.9K kali sebagai olah nafas
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
madehilda
Halo, pembaca sekalian. :) Terima kasih atas antusiasnya terhadap novel ini yaa.. Btw, aku punya novel terbit yang bisa kalian baca. Bisa pesan di shopee atau tokopedia Stiletto Indie Book. Nama Pena : Rere Putri Judul Buku : Goresan Rasa Terima kasih banyak ......
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Diculik Calon Adik Ipar

Diculik Calon Adik Ipar

Seri CEO Brothers 1, Eloisa membuka matanya perlahan saat kesadarannya kembali dan dia merasa kepalanya sangat berat. Perlahan dia berusaha untuk duduk dan saat memperhatikan sekitarnya, dia baru menyadari kalau dia bukan berada di kamarnya. Alisnya berkerut karena dia tidak mengenali tempatnya berada sekarang. Mengapa dia terbangun di tempat asing seperti ini? Dia berada di sebuah kamar yang cukup luas dan terlihat bersih, dan sekarang dia duduk di sebuah ranjang besar. Walau tempat ini terlihat bagus, dia mulai ketakutan, karena dia tidak ingat mengapa dia bisa berada disini? Dia mencoba untuk memikirkan penyebab dia berada di ruangan ini, tapi bukannya ingat, kepalanya malah semakin sakit. Dia mendengar suara kunci pintu dibuka dan dia semakin ketakutan, dia memundurkan dirinya hingga punggungnya menempel pada dipan ranjang. “Kau sudah sadar?” tanya pria yang masuk. “Da-Darren?” tanya Eloisa saat mengenali pria tampan itu. Dia menghembuskan nafas lega saat melihat orang yang dikenalnya. Namun wajahnya kembali pucat saat ingatannya kembali setelah dia melihat pria itu. “Ka-kau membiusku?!” tuduh Eloisa. “Maaf, Eloisa. Aku tidak bisa membiarkanmu menikah dengan Kak Darius,” kata Darren. Seri CEO Brothers: 1. Diculik Calon Adik Ipar : Darren - Eloisa 2. Warisan Pacar 3 Bulan : Donny - Monika 3. Love Target : Darius - Morin untuk daftar buku saya yang lengkap bisa dilihat diIG: ivonyroseauthor
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai olah nafas
Baca
+Pustaka
Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Demi biaya pengobatan suamiku yang mengalami kecelakaan, aku terpaksa meninggalkannya. Ibu mertuaku berjanji akan menanggung semua biaya perawatannya, dengan satu syarat, aku harus pergi dari hidupnya. Diam-diam, aku membawa serta anak dalam kandunganku. Aku tak pernah membayangkan harus memilih antara tetap di sisi suamiku atau memastikan dia mendapatkan perawatan yang layak. Tapi ibu mertuaku tak memberiku pilihan lain. "Jika kau benar-benar mencintainya, buktikan dengan menghilang dari hidupnya," katanya dingin, menatapku dengan penuh kebencian. "Kamu sudah cukup membawa sial dalam hidupnya." Dadaku sesak. Aku ingin membela diri, ingin berteriak bahwa aku bukan penyebab semua ini. Tapi saat aku menoleh ke arah Arfan, terbaring lemah dengan nafas yang bergantung pada alat medis, aku tahu aku tak punya pilihan lain. Malam itu, dengan tangan gemetar, aku mengemasi barang-barangku. Tak banyak yang kubawa, hanya beberapa pakaian, sedikit uang, dan tentu saja, rahasia terbesar yang ku sembunyikan dari ibu mertuaku, kehidupan kecil yang tumbuh dalam rahimku. Sebelum pergi, aku berdiri di ambang pintu kamar rumah sakit, menatapnya untuk terakhir kali. Aku ingin menyentuhnya, menggenggam tangannya, membisikkan bahwa aku mencintainya dan berharap dia segera sadar. Tapi aku takut. Takut jika aku menunggu lebih lama, aku tak akan sanggup pergi. "Aku mencintaimu," bisikku pelan, lalu melangkah pergi, meninggalkan hatiku bersamanya.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai olah nafas
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan Sang Raja

Istri Dadakan Sang Raja

Namaku Khairan Alyssa — Rakyat Jelata, Roker KRL Bekasi, dan ... Ratu Grindlandia! “Miss Khairan Alyssa, kamu harus menikah denganku. Hanya ini caranya aku bisa memberimu perlindungan penuh yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Tidak oleh musuhku, tidak juga oleh negaramu.” Kesadaranku belum terkumpul sepenuhnya saat mendengar kalimat panjang yang membingungkan itu. Seperti bukan kalimat yang seharusnya ditujukan untukku. Tapi percayalah, aku sangat yakin kalau tadi dia menyebut Khairan Alyssa. Memangnya ada berapa Khairan Alyssa di dunia ini? Di ruangan ini? Tunggu. Ruangan apa ini? Mataku sontak terbuka lebar, dan pandanganku menjadi sangat fokus. Aku langsung melihat ke segala arah. Ke tubuhku, ke ruangan asing itu, tiang infus, juga pria berhidung mancung di hadapanku. Kalau tidak geger otak, berarti ingatanku masih utuh. Laki-laki ini adalah Domnick. Domnick si Raja Kerajaan Grindlandia. Domnick Raja Grindlandia yang kaya raya tampan berkuasa dengan istri cantik jelita serba sempurna. “Maaf, tadi kau bilang apa?” pintaku memastikan. “Jadilah ratuku, Alyssa,” jawab Domnick dengan serius. Terlihat dari mimiknya. Oke. Mungkin aku belum seutuhnya sadar. Raja beristri ini minta aku menikahinya? Sekarang? Kenapa? Kok bisa? Buat apa? Kucoba memejamkan mata sekali lagi, sambil menarik nafas sebanyak mungkin. Menambah jumlah oksigen yang masuk ke otakku, agar aku bisa mengingat semua kejadian yang membuatku tiba-tiba dilamar raja ini. 
115 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai olah nafas
Baca
+Pustaka
CINTA YANG DI NANTIKAN

CINTA YANG DI NANTIKAN

Rania
Seorang gadis berjalan begitu cepat dengan langkah lebar membawa nya ketengah jalan tanpa menghiraukan kendaraan yang berlalu lalang, ia menangis membengkap mulut nya dengan kedua tangannya.Hingga suara klakson menyadarkan nya. Ia linglung kaki nya berat untuk melangkah hingga terdengar suara memanggilnya.ia melihat nya laki-laki itu di sebrang kanan jalan berlari memanggil-manggil namanya sekali lagi kaki nya berat untuk melangkah sehingga suara klakson mobil itu semakin keras di telinganya."Sudah semuanya berakhir" batin gadis itu. Kemudian ia melihat laki-laki itu lagi kemudian tersenyum manis seakan melihatkan pada laki-laki itu bahwa ia baik-baik saja.Tiiinnn TiiinnnBrakkkTubuhnya terhempas dengan keras semua nya sudah berakhir benar-benar berakhir" Eren " teriakan itu masih ia dengar dengan senyum manisnya, ia melihatnya laki-laki yang ia Cintai menuju ke arahnya dengan cepat kemudian memangku kepalanya"Erenn bangun sayang bangun" katanya dengan lirih saat melihat kekasihnya terbaring tak berdaya dengan berlumuran darah."Ma..af " isak gadis itu dengan Lirih laki-laki itu menggelengkan kepalanya dengan cepat,bukan ini yang ia mau tuhan."Tidak sayang bangun, kamu sudah berjanji padaku untuk selalu bersamaku" katanya dalam isakanya"Ma.af kan.a..ku" kemudian kedua mata gadis itu tertutup berlahan bersamaan dengan nafas yang tak lagi ada."Tidak sayang jangan tinggal kan aku, Eren bangun...bangun." teriaknya dengan keras"Erennn"Brakk
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai olah nafas
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Si Ayam Kampus

Cinta Untuk Si Ayam Kampus

Choki Si Kopi
Kehidupan manusia bagaikan sebuah roda yang berputar. Terus berputar, sampai titik darah penghabisan. Tidak akan pernah ada yang berada di atas selamanya. Tidak akan pernah ada yang selalu tertawa bahagia, dan tidak akan pernah ada cinta yang berjalan mulus sampai habisnya nafas kehidupan manusia. Pun, tidak akan pernah ada manusia yang selamanya berada di bawah. Tidak akan pernah ada manusia yang menjadi buruk selamanya, menjadi kotor selamanya, dan ditindas sampai terkubur di bawah tanah. Flora, atau panggil saja Flo, adalah satu dari milyaran manusia di muka bumi Tuhan yang harus dipaksa merasakan manis sampai getirnya kehidupan. Takdir seolah sedang mempermainkannya. Atau, memang inilah kodrat kehidupan manusia yang harus siap menjadi wayang yang dipermainkan oleh Sang Dalang kehidupan? Menjadi korban broken home, hingga dicap sebagai Ayam Kampus, adalah takdir seorang Flora Putri Darmawan. Hingga, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswa yang tampan dan cerdas, Rasya Gunawan, dan seorang dosen yang hatinya sedingin es, pemarah dan kakunya melebihi robot. Namanya, Beni Hamdani. Tidak ada kisah kehidupan dan hubungan yang harus diawali dengan perjumpaan yang manis. Dan, tidak ada kisah kehidupan serta hubungan yang harus berakhir dengan tragis. Flo, Rasya, dan Beni adalah anak-anak manusia yang sedang menjalani takdir, dan hanya Tuhanlah yang Maha Tahu, seperti apa takdir mereka di akhir. Akankah ada akhir yang bahagia, atau masing-masing akan sedih merana?
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai olah nafas
Baca
+Pustaka
Wanita ketiga Duda Kaya

Wanita ketiga Duda Kaya

Sebagai laki-laki, aku tidak mau munafik, aku bukan tipe laki-laki yang akan melewatkan hubungan suami istri karena tidak cinta, karena itu aku akan meminta hak aku sebagai suami," ucap Rain, ia pikir harus memperjelas semuanya. Dania tau di dalam agama, hukum menolak suami adalah dosa besar, tapi dia benar-benar belum siap secara mental. Baginya berhubungan badan itu musibah karena kehidupan dan masa depannya hancur karena hal itu. "Apa aku boleh menolak? Kalau pak Rain tidak tahan, maka nikahi saja Bu Monika, aku akan membantu menutupinya untukmu." ucap Dania dengan hati-hati. Ia asal bicara saja agar Rain bisa menahan diri. Ia sengaja menyebut nama Monika agar Rain teralihkan. "Sekalipun aku mau menikahinya itu masih membutuhkan proses dan waktu yang lama, kenapa tidak memanfaatkan yang sudah di depan mata saja dan sudah halal tentunya." Rain tidak mau mengalah begitu saja, ia bangkit dari tempat tidur lalu mendekati Dania. "Aku benar-benar tidak siap, Pak." ucapnya dengan suara bergetar bahkan sudah mulai menangis. "Aku mengerti ketakutanmu tapi kamu harus menghadapinya." Rain tahu caranya menghadapi wanita seperti Dania, cukup berikan kenyamanan saja. Ia mengangkat dagu Dania, menatapnya sebentar walaupun Dania berusaha menggeleng untuk menolak. "Dania, coba lihat aku, apakah wajah tampanku ini terlihat mengintimidasi? Apa aku terlihat seperti laki-laki yang akan menodaimu?" Dania melemah, ia menatap Rain dengan mata basahnya, ia merasa sedikit aman dan nafas yang tadinya terasa berat dan tidak beraturan menjadi lebih ringan. Rain menghapuskan air matanya lalu perlahan mencondongkan tubuh untuk menciumnya.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai olah nafas
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Sang Cassanova

Terjebak Gairah Sang Cassanova

(21+) Zane melangkah pelan ke arah ranjang. Matanya tajam. “Bukankah aku sudah memperingati mu tadi agar kau melayaniku baik-baik? Tapi apa? Kau terlalu angkuh. Angkuh karena sudah tidur dengan Belvan. Apa kau pikir aku tidak sekuat Belvan di ranjang?" Ia berhenti satu meter dari Valerie. “Menolak aku dua kali, tapi begitu mudah tidur dengan Belvan?” “Tidur dengan tuan Belvan? Saya tidak pernah melakukan itu.”Valerie sampai melengos mendengar perkataan Zane. Bagaimana bisa Zane punya pikiran sepicik itu tentang dirinya. “Bohong,” sahut Zane dingin. “Kau hanya perlu melayaniku malam ini. Ambil uang yang ku beri, dan pergi jauh sebelum Belvan kembali dari Kanada. Valerie menegakkan dagunya."Tuan Zane... dengar kan aku baik-baik. Aku tidak menjual tubuhku. Tidak padamu! Tidak pada tuan Belvan! Dan tidak pada siapapun! Jadi koreksi semua isi kepala mu tentang aku! " Pekik Valerie, muak Zane semakin menghinamu. "Sungguh kau ingin memainkan permainan ini, Valerie? Haruskah aku mengecek sendiri dengan keperkasaan ku kau itu perawan atau tidak? ” Nada suaranya seperti silet. Dengan gerakan kasar, Zane membalikkan tubuhnya. Tangan besarnya menekan punggung Valerie, sementara yang lain meraba tali pengikat. "Kita akan buktikan." Bibirnya menyentuh telinga Valerie, setiap kata dihantarkan dengan getaran yang mengalir langsung ke pangkal pahanya. "Kau itu benar-benar suci atau cuma pura-pura." Kulit Valerie merinding. Bukan hanya dari ketakutan—tapi dari aliran listrik yang menyebar setiap kali nafas Zane menyentuh lehernya. Schlik! Blus belakangnya robek, kulit putihnya tersingkap perlahan seperti hadiah yang dibuka dengan penuh nafsu. "Ternyata..." Jari Zane menelusuri tulang punggungnya, mengikuti lekukannya seperti membaca peta dosa. "...kau menyimpan ini semua di balik kemeja ketatmu."
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai olah nafas
Baca
+Pustaka
Mr. Airlangga

Mr. Airlangga

Suwati van Rooij
Daaaarrr ! Lagi-lagi suara petir, biarpun aku nggak terlonjak seperti tadi tapi cukup bikin hati lumayan ngenes. Dengan kecepatan siput seperti ini jam berapa aku akan sampai Jakarta. Aku mendesah sedih, desahan yang sia-sia karena cuman aku sendiri yang tahu. Bruukkk ! Aku kaget lima kepalang. Aku menabrak sesuatu? Buru-buru aku melankah ke depan mobil, ingin melihat apa yang tadi sepertinya aku tabrak. Noooooo…..orang? Ada orang…eh laki-laki jatuh tertunduk di depan mobilku. “Tempat apa ini?” akhirnya dia berbicara. Pheeeww…aku menarik nafas lega, minimal dia bisa berbicara, coba kalau dia ternyata tidak bisa berbicara dan aku tidak tahu menahu bahasa isyarat bagaimana kita akan berkomunikasi coba? “Bandung….” Jawabku ragu-ragu, aku tidak yakin apa maksud pertanyaan dia dengan “tempat apa ini”, apa maksudnya kita di mana? Aku yakin sih aku belum meninggalkan bandung. “Bandung? Apa itu nama desa?” Hah…dia tidak tau Bandung? Mati gue, jangan-jangan tabrakan tandi membuat dia gegar otak. Sekarang dia mengalami amnesia dan tidak tahu siapa dirinya, tidak tahu apapun! Terus apa yang harus aku lakukan? Tiba-tiba aku ingat film Jason Bourne, dimana dia mengalami amnesia setelah tertembak dan jatuh ke laut. Tetapi lelaki ini bukan Jason Bourne, tapi dari postur badan dan wajahnya bisa saja lho dia menjadi the next Jason Bourne. Aarrrgghhh gue ngelantur lagi. “Mas ingat namanya siapa?” ok, pertanyaan basic untuk memastikan apakah dia amnesia atau bukan. “Gajah Mada” jawabnya singkat. Aku dengan refleks menyunggingkan senyum kecil, pasti emak bapak si emas ini adalah fans berat patih maha tersohor dari Majapahit tersebut. “Kenapa kamu tersenyum?” tanyanya membuyarkan lamunanku.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai olah nafas
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

Saat tangannya makin maju mendadak ketegangan Bumi membuatnya menghentikan semua. Kalungan tangan Bumi di leher Langit melemah. Lalu turun. Keduanya bertatapan dalam kesenyapan. Hanya derasnya hujan yang terdengar makin menggila di luar sana. “Kenapa?” tanya Langit parau. Sumpah, ia tak suka dihentikan dalam keadaan seperti ini. “Kau tak suka?” tanya Langit kaku. Semakin erat memeluk pinggang Bumi dengan kedua tangan. Betapa tak enaknya dihentikan dalam keadaan ia sudah hampir memuncak. Namun, ia tahu ini tak baik. Ia terlalu liar untuk Bumi. Sinar mata Bumi seperti menghukumnya, masih saja ada kebencian di sana. “Kenapa kamu Bumi?” “A..., aku,” wajah Bumi menunduk. Ia tak mampu menolak sentuhan Langit. Hanya saja, bagaimanapun ia tahu tubuhnya menginginknanya. Setelah banyak hal yang dilaluinya menyakitkan beberapa bulan terakhir ini. Sangat menyakitkan dan membuatnya tak berani berharap lebih pada siapapun. Kedua tangan lentik itu menutup muka, membuat Langit bingung. Dibukanya tangan Bumi, mengangkat wajah gadis itu dan memaksanya untuk menatap mata elang miliknya. Di sudut mata, telah tergenang air yang siap tumpah. Bumi menahannya sekuat tenaga. “Hei,” digoncangkannya tubuh Bumi. Helaan nafas berat Bumi membuat Langit meneliti setiap lekuk wajah oval itu. “Kau kenapa?” Bumi hanya menggeleng. “Tak suka? Kau marah?” tanya Langit beruntun. Ia tak mau hanya karena perlakuannya Bumi menjadi dingin kembali dan malah membencinya. Hening. “Kita...,” kata Bumi tidak lanjut. “Iya, kita nggak ada komitmen apapun.” Langit menyadari itu. “A... aku....” “Kenapa?” “Aku nggak bisa,” kalimat Bumi bergetar. @@@ Dikhianati dan terpuruk membuat Langit dikirim papanya mengurus kebun bunga di desa. Tanpa sengaja bertemu Bumi, cewek dingin, cuek dan jutek yang ditemuinya di sana. Meski menyebalkan, Langit penasaran dengan gadis manis nan eksotis tersebut. Ada benci yang jelas-jelas diperlihatkan Bumi untuk Langit. Langit tak pernah tahu misteri apa yang membuat Bumi begitu membencinya. Siapa Bumi? Walau benci, kenapa terjadi keintiman di antara keduanya?
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai olah nafas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status