AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG
Dan di sisi lainnya, seorang pria berkemeja batik, yang tanpa perlu tulisan, dengan mudah dikenali Alya sebagai sosok "Tama"
Yang membuat nafas Alya tersendat adalah tulisan di sudut kertas, dalam huruf kapital anak-anak yang masih canggung,
"AKU, MAMA, DAN OM TAMA".
Darah berdesir dingin di sekujur tubuhnya.
"Om Tama."
Bukan "paman" atau "teman ayah", tetapi "Om Tama", sebutan akrab yang hanya digunakan seseorang yang telah lama dan dekat mengenal subjeknya.
Hot Chapters