The CEO Girl for The College Boy
Tambahan penting nomor dua, makanan di Kafe Kafe juga murah.
Putra nyengir lebar mendengar pertanyaan Dhika. “Termurah, tentu aja,” jawabnya tanpa gengsi. Putra cukup kaya (walaupun Dhika yakin dia lebih kaya, tapi apalah gunanya membanding-bandingkan harta yang bukan dicari dengan keringat sendiri), namun layaknya Dhika sendiri, sahabatnya itu juga mahasiswa yang hobi membeli barang-barang murah (soal rasa bisa jadi nomor dua). “Seriously bro, kafe mana lagi di sekitar kampus elit kita yang bisa jual beef bowl harga lima belas ribu?” Good point.
“Tau nggak, gue bisa dapet harga lebih murah lagi lho,” pamer Dhika. Cowok itu tahu sekali tabiat Putra.
Hot Chapters