Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta
Sepanjang perjalanan, Danang hanya diam menatap ke luar jendela, sementara Yoga menyetir dengan tenang, tak ingin mengganggu pikirannya.
Tak lama, mereka tiba di sebuah kafe mungil bernama Kopikata, berdesain minimalis dengan nuansa kayu dan lampu gantung temaram. Mereka langsung masuk dan memilih meja di sudut, dekat jendela besar yang menghadap ke jalan.
“Kafe ini tenang, cocok buat ngobrol serius,” ujar Yoga sambil menyeruput air mineral.
Danang hanya mengangguk. Ia tampak gelisah, menatap keluar, lalu ke pintu kafe setiap kali terbuka.
Hot Chapters