Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

“Astaga. Bagaimana bisa kafe yang hanya menjual minuman penuh pemanis buatan seperti ini terus beroperasi?” Sambil terus mengeluh, Ben melihat dekorasi dari kafe yang mereka masuki. Warna jingga dan cokelat menghiasi dinding, lengkap dengan gambar aneka menu minuman serta makanan penutup. Figur kelinci yang tampaknya merupakan maskot kafe ini berdiri tegap di dekat meja kasir. Tubuhnya dibalut apron layaknya seorang pelayan. Semua bagian itu membuat kafe ini terasa sangat feminin dan sedikit kekanak-kanakan.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as oman cafe
Read
+Library
DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!

DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!

“Eits… jangan dulu. Ada yang mau aku bicarakan mai pergi saja.” Kania melepas kasar genggaman tangan Erga di tangannya. Sungguh laki-laki ini menguji kesabarannya. “Bagiamana menurutmu konsep cafe ini?” Tanya Erga mulai serius saat meliat Kania akan meledak marah. “Bagus,” jawab Kania singkat. “Syukurlah,” kali ini yang menjawab Refal bukan Erga. “Ini cafe milik keluarga Refal,” jelas Erga saat melihat wjaha keherananan Kania.
107.5K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as oman cafe
Read
+Library
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

*** Saat sampai di gerbang kampus, Wandra berhenti sebentar melihat papan pengumuman yang ada di dinding dekat gerbang. Matanya tertarik pada salah satu poster—iklan sebuah cafe dengan foto-foto makanan dan minuman yang terlihat sangat menggugah selera. Ada pasta carbonara yang creamy, steak dengan saus cokelat yang mengkilap, es kopi dengan whipped cream yang tinggi, dan berbagai dessert yang cantik. "GRAND OPENING - CAFE AROMA. Jl. Melati No. 15. Diskon 20% untuk semua menu!"
1026.7K viewsOngoingAdded to Library 959 Times as oman cafe
Read
+Library
Ahhh... Tuan Mafia

Ahhh... Tuan Mafia

Di ujung meja, Xavier sudah duduk dengan santai. ​Pagi ini, sang mafia tampak sedikit berbeda namun tetap mengintimidasi. Ia mengenakan kemeja putih kasual dengan lengan yang digulung hingga siku, menampilkan tato hitam samar yang menjalar di pergelangan tangan kirinya. Di depannya tegeletak secangkir kopi hitam yang masih mengepul, dan sebuah map berkas berwarna hitam pekat.
578 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as oman cafe
Read
+Library
Bukan Untuk Dicintai

Bukan Untuk Dicintai

Ia masuk ke mobil tanpa berkata apa-apa. Mereka mampir ke sebuah kafe kecil tiga blok dari kantor. Bukan tempat yang mencolok — justru karena itu. Arga memilih meja paling pojok, kursi membelakangi dinding, pandangan ke arah pintu. Kebiasaan lama. "Satu espresso, satu matcha latte, satu butter croissant." Arga memesan ke kasir tanpa membuka menu. "Matcha?"
461 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as oman cafe
Read
+Library
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Ia menggunakan kata ganti ‘aku’ karena Aila yang pertama memulai, jadi Sera ikut menyesuaikan agar tidak terkesan tak acuh. “Aku tahu kafe di sekitar sini yang cukup enak makanannya dan nggak terlalu ramai, ke sana sama aku, ya, Mbak?” tawar Aila dengan senyum terpatri. Sera tidak kuasa menolak. Dengan berjalan kaki, mereka sampai di kafe bernama Camellia. Bangunan mungil yang tempatnya asri. Sera takjub menemukan tempat cantik itu di pelosok Jakarta.
9.9880.1K viewsCompletedAdded to Library 21.1K Times as oman cafe
Show Reviews (211)
Read
+Library
Jihan Amara Arifin
mantab bat ceritanya aku suka banget. dari awal udah mikir kok judulnya turun ranjang, tapi kok aneh jalan ceritanya & karena kesabaranku menunggu updatean akhirnya tau alasan judulnya turun ranjang karena updatean terbaru ini & yaa udh curiga pas tokoh sarah masuk & bener ada hbngannya sama sera 🤗
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

Karena Roy terbiasa makan di cafe, tapi harus di tempat itu. Bagi Roy, itu adalah Cafe yang paking inda dan enak yang pernah Roy temui. Memang harganya tidak seberapa, tapi Rasanya yang tak kira-kira. “Kamu mau pesan apa?” Tanya Roy, menyondorkan menu makanan kepada Reva. “Seefood bakar, sama greentea saja,” jawab Reva. “Samain ya mbak, tapi minumnya saya coffie chocllate saja.”
16.2K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as oman cafe
Read
+Library
Sebenarnya Dia Mesum Ma!

Sebenarnya Dia Mesum Ma!

"Enggak. Emang ada? setahu gue sih hanya di Jepang yang punya konsep cafe kayak gitu." "Ada dong. Lo aja yang gak tau. Uda hampir tiga tahun kok. Ada kucing yang namanya milli. Dia primadona banget. Ramah dan manis, kayak lo," katanya lalu menggandeng tanganku dengan mesra. ****** Setelah sampai di cafe itu. Kami langsung masuk. Sebelumnya kami harus melepaskan sepatu dulu. Karena konsep cafe ini tidak mengizinkan memakai sepatu. Kami harus mengganti sepatu dengan sandal yang telah disediakan.
109.4K viewsOngoingAdded to Library 274 Times as oman cafe
Read
+Library
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Yang bernuansa romantis itu membuat Grace terkesan bahwa Marvel benar-benar pandai dalam memilih cafe ini. Mereka di sambut hangat oleh pelayan cafe. Marvel mengambil buku menu lalu ia mulai mengambil pesanan. Hari ini, Marvel akan memesan makanan yang manis. "Saya pesan Cafe Promenades D’ete, Peach Grey, Rainbow Cake, Fish Bread Ice Cream, Mendl’s Courtesan au Chocolat. Terus ini dibungkus ya, Bungeo-ppang, Yakgwa, Songpyeon, Hotteok. Minuman Macchiatonya 2."
1046.5K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as oman cafe
Read
+Library
Anneth

Anneth

DePanic Cafe. 12.15. Anneth memenuhi janjinya untuk bertemu dengan Devaro (Lea) saat istirahat kerja di cafe yang baru saja dibuka dengan mengusung konsep ala Santorini, Yunani. Saat pertama kali melangkah di halaman depan cafe, mata Anneth langsung disajikan dekorasi yang kebanyakan didominasi warna biru dan putih khas bangunan-bangunan di Santorini. Ia pun melanjutkan langkah kakinya dan masuk ke dalam cafe, disana sudah banyak pengunjung yang didominasi muda-mudi. Saat mengedarkan pandang dan belum menemukan batang hidung Devaro (Lea) disana, langsung saja Anneth memutuskan untuk memilih tempat duduk yang menurutnya nyaman dan bisa langsung menikmati view taman dan danau disamping cafe se
3.4K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as oman cafe
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status