Mengembalikan Senyum Bidadari
Shafira Prameswari gambar wanita berhijab sedih dan kecewakata kata minta maaf kepada istricerita dewasa wanita alimcerita sedih istri pertama
“Kami terbiasa makan dengan nasi dan satu jenis lauk. Kata Mama, itu lebih baik karena lidah kita bisa menikmati lauk itu tanpa tercampur dengan lauk yang lain.”
Pandu terdiam mendengar kisah hidup kedua anaknya. Di sisi lain, ia yakin, apa yang diucapkan Alina hanya alibi saja agar anak-anak mereka tak banyak menuntut. Setiap hari mereka makan dengan satu menu. Nasi dengan telur, nasi dengan tahu, atau nasi dengan tempe. Pandu tak bisa menyalahkan Alina. Walaupun mereka makan seadanya, tetapi Allah tetap baik dengan membuat keduanya tumbuh sehat.
“Mama enggak punya uang, jadi harus hemat. Kami harus bayar uang sekolah, listrik, air, dan menyisakan sedikit tabungan untuk beli baju baru,” lan