Obsesi Tuan Kaivan
Garis di layar masih datar sesaat, sebelum akhirnya kembali bergerak naik turun dengan ritme yang tidak menentu namun ada.
"Ada detak! Meski lemah, tapi ada!" seru petugas itu dengan nada sedikit lega, meski ketegangan di wajahnya belum sepenuhnya hilang.
Alesha merasakan dadanya seperti dilepaskan dari cengkeraman yang mencekik sejak tadi. Namun ia tahu, ini belum berakhir. Wajah Kaivan masih sepucat kertas, dan darah dari pelipisnya masih merembes meski sudah ditekan dengan kain kasa.