Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir
Amora menarik napas, lalu mulai bercerita dengan nada tenang, seolah sedang mengisahkan sesuatu yang tak menyakitkan lagi.
“Waktu itu Mora tinggal di rumah kontrakan kecil. Letaknya jauh dari mana-mana, tersembunyi di belakang pabrik tua yang sudah tak beroperasi. Tapi anehnya, tiap malam selalu ada bau menyengat dari arah pabrik itu. Kata warga sekitar, dulunya pabrik itu memproduksi gula.”
Ia berhenti sejenak, menatap jauh seolah kembali pada masa-masa itu.