Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir

Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir

Amora menarik napas, lalu mulai bercerita dengan nada tenang, seolah sedang mengisahkan sesuatu yang tak menyakitkan lagi. “Waktu itu Mora tinggal di rumah kontrakan kecil. Letaknya jauh dari mana-mana, tersembunyi di belakang pabrik tua yang sudah tak beroperasi. Tapi anehnya, tiap malam selalu ada bau menyengat dari arah pabrik itu. Kata warga sekitar, dulunya pabrik itu memproduksi gula.” Ia berhenti sejenak, menatap jauh seolah kembali pada masa-masa itu.
9.896.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Baca
+Pustaka
Derita Istri Simpanan Pria Angkuh

Derita Istri Simpanan Pria Angkuh

Jelas Teddy. "Bobby bagaimana dengan pabrik tebu kita, apa sudah berfungsi dengan semestinya?" Tanya Arga. "Sudah Tuan, Tuan muda Andrea juga sudah mulai beraktivitas di pabrik tebu dan beliau sudah banyak mendatangkan alat-alat baru untuk mempermudah proses pembuatan gula kita. Tuan Andrea mengatakan akan membuat kualitas gula kita menjadi kualitas gula terbaik, namun dengan membuat konsep harga yang lebih terjangkau untuk masyarakat," jelas Bobby.
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

jelas Adrian, menunjuk ke sebuah titik merah besar di pusat diagram. “Semua bahan baku terkorupsi dari seluruh Indonesia dikirim ke satu titik ini sebelum diolah. Sebuah gudang pendingin super-masif di kawasan industri Cikarang. Di sinilah mereka menyimpan ‘Sari Pati Rasa’ milik Ki Gendeng. Itu bukan hanya jantung operasi mereka, Radit. Itu adalah jantung dari monster itu sendiri. Hancurkan tempat itu, dan seluruh tubuhnya akan lumpuh.”
902 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Baca
+Pustaka
Jerat Kematian CEO Maut

Jerat Kematian CEO Maut

Aku tidak peduli! “Perusahaan pertama yang aku dirikan adalah perusahaan gula tebu di masa penjajahan Belanda. Aku memiliki koneksi yang baik dengan para petinggi Belanda. Mereka tahu identitasku yang sebenarnya dan takut padaku. Maka mereka lalu rutin menyuplai korban padaku, yang adalah para pribumi yang diculik dari keluarganya. Dengan tuduhan yang dibuat-buat, atau karena mereka memang murni memberontak. Aku tidak pernah kekurangan suplai darah segar. Itu adalah masa kejayaanku.”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Baca
+Pustaka
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Balok yang sudah mengeras dibungkus daun kering bersih dan kain, lalu dimasukkan ke wadah tembikar tertutup di tempat yang tidak dilewati pekerja luar. Butiran kasar ditempatkan dalam kantong kecil untuk percobaan kecap. Leo membagi semua bagian dengan hitungan yang membuat Darman berkali-kali menelan komentar, karena ia tahu setiap balok yang tidak dijual terasa seperti uang yang disimpan di bawah tanah. “Jangan sedih melihat gula tidak dijual,” kata Leo sambil menutup wadah. “Yang kita simpan bukan gula, tapi kunci.”
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Baca
+Pustaka
Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Semakin mendekati lokasi pabrik semakin sepi, hanya terdengar suara deru motor yang dikendarai Fatih, karena memang lokasinya berada di dekat perkebunan tebu, jauh dari rumah warga. Beberapa saat kemudian. Motor yang ditumpangi Fatih berhenti tepat di depan gerbang pabrik gula Lentera Mas, milik ibu mertuanya sekaligus tempatnya bekerja. Fatih turun dari motor dan segera mendekati gerbang pabrik yang menjulang tinggi. Ia segera mengarahkan senter yang dibawanya ke arah tempat gembok yang biasa terpasang di pagar itu.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Baca
+Pustaka
Gerilya Di Balik Seragam

Gerilya Di Balik Seragam

Setelah tiba di Yogyakarta, perjalanan menuju tujuan masih panjang dan rawan kebocoran informasi. Dengan kereta api, pasukan bisa langsung menuju pabrik gula di pinggiran kota melalui jembatan kereta api. Para pekerja di pabrik gula telah dievakuasi oleh Panglima Sudirman demi kebutuhan operasi militer. Gedung pabrik dan gudangnya cukup besar untuk menampung seluruh pasukan Angkatan Darat ke-9. Pagar di sekitar pabrik memudahkan pengelolaan dan pengamanan.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Sang Ahli Pedang

Bangkitnya Sang Ahli Pedang

Aku sedang mengalami itu dan membuatku terkadang begitu sedih. “Ah, ada gula yang bentuknya tidak seperti gula umumnya. Dia berwarna coklat dan berbentuk lebih besar. Seperti ini.” Aku menggerakkan tanganku, menggambar di udara agar Flem mengerti. “Saya kurang yakin dengan itu, Tuan Akion. Tapi kalau gula yang berwarna coklat saya rasa itu gula dari pulau di benua tengah.”
9.883.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Viens Aisling
Halo saya Viens, saya usahakan dua hari update sehari libur. kalau tidak ada kendala mungkin bisa update setiap hari. terima kasih karena telah membaca perjalanan Akion sampai sejauh ini. terima kasih banyak atas masukannya
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
CEO Brondong itu Kekasihku

CEO Brondong itu Kekasihku

Tapi setahuku Kakek Sebastian tidak memiliki perkebunan yang menanam tanaman bahan gula ini. “Itu bisnis Bos Besar sebelumnya. Beliau memiliki penggilingan tebu sekaligus perkebunannya di kota sebelah. Setelah peristiwa itu terjadi lah, kami semua pindah ke kota ini,” jelas Pak Darman sambil menyerahkan beberapa dokumen yang ada lampirannya foto. Aku mengernyit ketika ada foto kakekku bersama kakeknya Raya, dan bersama satu lelaki yang aku tidak kenal. Mereka berfoto di depan papan nama pabrik gula.
1043.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 999 kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Baca
+Pustaka
Istri Kakakku Selalu Menangis

Istri Kakakku Selalu Menangis

Pintu dapur terbuka memperlihatkan gudang beras yang sepi. Sambil menggenggam gelas berisi minum, aku melongok ke depan pintu. Di sini lebih sejuk, angin semilir datang dari belakang. Rupanya di belakang gudang beras ada kebun tebu yang luas. Kebun itu adalah bahan pokok bagi pabrik gula dan penyedap rasa daerah sini. Yani yang menceritakan saat aku menginap kemarin. Terdengar suara tangisan Mbak Rena. kuarahkan mata mencari sumber suara. Perlahan, tapi pasti kuberjalan pelan ke arah sebelah kanan gudang beras.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai pabrik gula terbengkalai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status