Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pandya : Kebangkitan Pewaris Seribu Pedang Season 2

Pandya : Kebangkitan Pewaris Seribu Pedang Season 2

"Wadah yang telah disempurnakan oleh takdir. Buka gerbang ini sepenuhnya, Pandya Nagendra. Kembalikan apa yang menjadi hak kami, atau biarkan dunia fanamu ini runtuh tergerus oleh utang masa lalu." Pandya mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi kakinya terasa seperti terpaku ke dasar bumi. Dia mencoba memanggil tenaga dalamnya, namun aliran Chi di dalam dirinya mendadak membeku, menolak untuk mematuhi perintahnya. Bahkan Pedang Sahasra Kaditula yang biasanya selalu berada di dalam genggamannya, kini tergeletak jauh di depannya, meredup tanpa cahaya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai padma tere liye
Baca
+Pustaka
Dendam Birahi Penakluk Hati

Dendam Birahi Penakluk Hati

“Mandi tidak akan menghilangkan panas tubuhmu,” Dengan sekali tarik, cardigan yang dipakai Dinar terlepas dan di lempar ke lantai. Mata Dirham membulat melihat gadis didepannya hanya memakai atasan baby T, lengan putih itu begitu menggiurkan. Leher jenjang dan mulus seketika membuat Dirham susah payah menelan salivanya. Dinar terbeliak kaget, masih berusaha mati-matian menahan hasratnya.
9.9213.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai padma tere liye
Tampilkan Ulasan (77)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Redmi Tri
ceritanya bagus. tp kurang suka dgn sikap dirham yg msh mentingin Nana. mestinya dia jaga jarak sm Nana, kan dia jg tau slh satu sebab Dinar pergi Krn Nana. ini msh dikit2 nana. lagian di agama jg gk boleh lah terlalu dkt dgn lawan jenis apalagi kalo udh nikah. mantan jd sahabat namanya bullshit
Baca Semua Ulasan
Dendam Membara Mas Tetangga

Dendam Membara Mas Tetangga

Ia tertawa getir. “Walau seperti itu apakah kalian akan sering bertemu? Bunda rasa tidak.” Bunda lalu terkekeh. “Ingatkah kau Tante Girish memesan gulai kambing dari kita untuk acara lahiran anak Bahram? Kau belum ke Ibukota, kan hari itu? Apa kau menangis tanpa sepengetahuan Bunda?”
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai padma tere liye
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Primadona

Dendam Sang Primadona

Dan tujuan itu adalah keadilan, bukan cinta. Malam itu, pertemuan dengan Dimitri akhirnya tiba. Ayla menatap dirinya di cermin. Gaun hitam elegan yang dikenakannya menyentuh lantai, dengan potongan yang sempurna untuk menonjolkan tubuhnya. Rambutnya diikat dengan rapi, dan riasan wajahnya sedikit lebih tebal dari biasanya, memberikan kesan kuat dan misterius. Semua persiapannya menunjukkan satu hal: Ia tidak akan membiarkan pertemuan ini menjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan rencananya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai padma tere liye
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Mata paman yang biasanya teduh kini membelalak dengan rasa kemenangan seolah-olah dirinya telah mencapai puncak kejayaannya. "Kenapa kalian kemari? Ini terlalu pagi untuk bertamu," kata Mela dengan nada sebal karena teringat kejadian beberapa hari lalu masih sangat segar di ingatannya. Mela menyilangkan tangannya di depan dada dan menatap Lisa dengan mata yang tajam. Ia masih kesal dengan keputusan Damar yang lebih memilih Lisa daripada dirinya.
875 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai padma tere liye
Baca
+Pustaka
Sengketa Pernikahan Kontrak

Sengketa Pernikahan Kontrak

Padma mengambil dasi Reega, memainkannya sesuka hati untuk menggoda laki-laki itu. "Aku merindukanmu," ucap Padma sambil terus memainkan dasi yang dipakai Reega. "Apa kau merindukanku juga?" Dia menarik kencang dasi itu hingga Reega terbangun dan mengungkung perempuan itu. Wajah keduanya sangat dekat, hanya berjarak satu jengkal. Walau begitu, Reega belum juga membuka suaranya. Perlahan Padma menarik dari itu lagi dan menyisakan sedikit jarak di antara keduanya.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai padma tere liye
Baca
+Pustaka
Aku Padamu, Gus!

Aku Padamu, Gus!

“Fia, mungkin sebaiknya kamu segera kembali ke pondok. Pakde takut lelaki itu datang di saat kamu sendirian.” Ucapan pakde ada benarnya. Mungkin lebih baik aku segera kembali ke pondok. Di sana lebih aman. Sambil menunggu muwadaah, aku akan mencari cara bagaimana mendapatkan uang lima puluh juta dalam waktu sebulan. “Apa pakde bisa meminjamiku uang? Fia akan ganti, Pakde.”
1061.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai padma tere liye
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 26 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Adrian tetap memilih menghormati keputusan wanita yang tidak pandai menyembunyikan isi hatinya. Hanya doa yang tiba-tiba dilanjutkan untuk seorang Dyra agar mampu melewati ujian kehidupan. Baik itu tentang cinta dan juga lainnya. Setidaknya jika masih terlihat mata, ada ketenangan karena tahu raganya baik-baik saja.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai padma tere liye
Baca
+Pustaka
Terikat Padamu

Terikat Padamu

Ba “Baik. Jangan terus merasa kesal, aku tidak suka kau seperti ini.” “Jika kau tidak suka maka lakukan tugasmu dengan baik. Aku sangat membenci Lyria. Dia harus hidup menderita! Kirim wanita yang mirip dengan Lyria untuk bertemu dengan Razen. ” “Nomor ponsel itu adalah nomor Amanda Leander.” Seorang Wartawan berseru, dan kata-katanya membuat ruangan itu menjadi berisik.
10144.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai padma tere liye
Baca
+Pustaka
Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Kehadiran Puspa yang melangkah anggun membawa nampan berisi wedang rempah hangat sedikit mengalihkan perhatian lelaki paruh baya itu. "Prama," sapa Puspa dengan suara yang lembut tapi sedikit terkejut. Puspa menunduk diikuti Tilar dan Asri. Lalu ia meletakkan cawan tanah liat di sudut meja. Topeng kepatuhannya sebagai Garwa Padmi yang berbakti sedikit goyah karena khawatir.
10597 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai padma tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status