MENGGENGGAM PERIH MENIKAHI TAKDIR
Ada keterkejutan di sana, tapi lebih dari itu, ada iba yang begitu nyata.
Ibu: "Ya Allah, Nak..."
Aku tertawa kecil, bersama air mata yang terus mengalir di pipiku.
"Aku tidak mengerti, Bu. Apa salahku? Kenapa mereka tega melakukan ini padaku? Apa pengorbananku selama ini tidak ada artinya? Hari dimana aku menikah dengan Azzam adalah hari yang seharusnya aku bertunangan dengan pacarku. Aku syok setelah sampai dirumah dengan sambutan tenda besar pernikahan adik kandungku dengan lelaki yang seharusnya menjadi suamiku."
인기 회차