Suatu Senja di Tanah Senja
“Aku tahu, Mardian. Ketika kita melihat hidup ini tidak ada artinya dan memuakkan, sandiwara dalam cermin sekalipun tak akan lagi sanggup menghibur. Namun, sekalipun begitu, kau tidak boleh membiarkan keputusasaan menggerogoti jiwamu. Ini memang pergulatan yang sangat sulit dilakukan dalam sepanjang sejarah keberadaan manusia. Meski demikian, penciptaanmu sama sekali tidak sia-sia. Saat kau menyadari kepedihan hidup, mengalami rasa sakit yang tak terperi, menemui kesendirian, saat itulah, tanpa kau sadari, kau sedang bertemu secara langsung dengan seni kehidupan.”
Sebentuk rasa jijik tiba-tiba melingkupi seluruh tubuh Mardian. Perlahan-lahan, dari kepala hingga kaki. Dia tak paham apa yang s
Sikat na Kabanata