Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga

celetuk Gibran. “Ini temennya Repan?” tanya Ambu. Tentu saja, Gibran tidak enak, dia memutar badan, lalu mengulurkan tangan. “Saya Gibran, Bu, hari ini akan nemenin ke Jakarta.” Ambu tentu saja tersenyum. “Makasih, ya, Gibran kamu mau nemenin kita, lagian Repan enggak pernah bilang kalau dia punya pacar. Cantik atau enggak, Ambu juga enggak tahu.” Jawan wanita tua itu.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai pak ambatukam
Baca
+Pustaka
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

"Macam mano? Ndak masuk akal. Di Palembang, ndak semahal itu harganyo." "Maksud kau?" "Di sana kecilin pinggang cuma lima ribu. Kecilin paha sepuluh ribu. Kecilin lengan juga sepuluh ribu." "Bohong lu. Ndak mungkin semurah itu." "Betul." "Ndak mungkin." "Betul." "Dimana ada biaya segitu?" "Di daerah Kuto Besak. Pinggir sungai Musi, " jawab BJ tandas. "Kalo ndak salah nama tempatnya itu Ampera Tailor."
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai pak ambatukam
Baca
+Pustaka
SUAMIKU DUKE UTARA

SUAMIKU DUKE UTARA

Melewati portal terakhir membawa semua tiba di wilayah yang berbeda jauh dari wilayah Utara, Padang rumput terhampar sangat luas, pepohonan masih rindang, pohon apel berbuah lebat, selain pohon apel banyak pohon buah lain yang juga berbuah dan terlihat matang. "Apa ini surga?" ucap Ksatria Den. "Tidak heran Baron Sugar ingin menguasai tempat ini," sahut Ksatria Aut. Kelima Ksatria yang masih memperhatikan sekelilingnya terkejut saat Duke Arhend memetik buah apel, buah apel yang berwarna merah itu di ambilnya dua satu dicobanya lebih dulu, setelah yakin apel itu aman Duke Arhend memberikan satu lagi pada Viviana.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai pak ambatukam
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Muncratlah semburan cairan kental hangat membasahi paha mulus anak pejabat tersebut. "Pusaka ini sebenarnya masih butuh tiga betina lagi untuk ditaklukkan sampai tunduk. Tapi gara-gara perutku meronta kelaparan, aku terpaksa menuruti ajakanmu memburu daging. Kita kembali ke sarang sekarang, Betina Kacamata."
9.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai pak ambatukam
Baca
+Pustaka
CEO Tampan Itu Ayah Putraku

CEO Tampan Itu Ayah Putraku

"Hm." Satpam itu pun malah tidak sadar bila Mikael sedang tidak sabar, dia dengan malah percaya dirinya berbicara, "Di sini juga ada anak laki-laki kecil yang memiliki wajah bule tetapi bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dengan sangat lancar."
1058.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pak ambatukam
Baca
+Pustaka
CEO Tampan itu Suami Baruku

CEO Tampan itu Suami Baruku

Pria itu tidak mengambil minumannya, dia malah menatap Karen dengan sudut mata yang menyempit dan mengintimidasi. Mendapat tekanan itu Karen mengepalkan satu tangannya di belakang, berusaha menguasai diri agar tetap terlihat santai. "Siapa namamu?" tanyanya kembali tersenyum, namun mata itu menatap lurus dan dalam ke arahnya. "Karen." "Damian Valo, panggil saja Damian!" Damian merupakan pengusaha muda yang terkenal memiliki citra luar yang baik. Keluarga Valo menjadi bagian dari bisnis Shambara Global. Mereka sudah menjalin kerja sama selama dua tahun.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai pak ambatukam
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

A tas keputusan yang buatmu terluka H anya ini cara buktikan kalau aku bukan dia E nyahkan segala untuk sebuah ambisi dan asa N antikan waktu yang tepat tuk bersama D engan segala kesakitan berbalut bahagia R intik hujan pun tak sanggup hilangkan rasa A ku inginkan kamu melebihi dunia dan seisinya Gerimis di bumiku, 1 Agustus 2022'
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai pak ambatukam
Baca
+Pustaka
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

ancam Sambara. Sakuntala terus meronta. Pria bernama Sambara ini begitu kuat. Beberapa kali Sakuntala memberi pukulan dan tendangan pada tubuhnya. Namun pria itu sama sekali tak bergeming. Justru cengkeraman di lehernya semakin kuat. Sakuntala mulai kesulitan bernapas. Wajahnya yang memerah mulai membiru, gerakannya semakin tak bertenaga.
1098.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai pak ambatukam
Baca
+Pustaka
INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

“Kakiku yang sebelah juga kena.” “Bagaimana bisa?” tanya Intan seraya melihat ke lantai dan rupanya di bawah kursi yang diduduki Abraham juga banyak paku payung bertebaran. “Ayo kita bawa Mas Bram ke rumah,” pinta Intan. “Saya foto ya Mbak. Ada yang nggak beres ini,” ujar Sambrung yang memiliki nama asli Tukidi. “Iya.”
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai pak ambatukam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status