Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Mama berdiri di belakangku, merapikan bagian bahu kebaya yang kupakai.
Aku mengenakan kebaya putih gading dengan bordir benang emas di bagian dada dan lengan. Kain batik parang rusak berwarna cokelat keemasan melilit pinggangku. Rambutku disanggul, dihiasi paes sederhana dan rangkaian bunga melati.
"Ma, aku deg-degan,” rengekku manja.
"Wajah, Adek. Namanya juga mau menikah." Mama menggenggam tanganku.