Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Pertamaku

Cinta Pertamaku

Andini keluar dengan mengenakan pakaian yang rapi, ia terkejut saat melihat Arjuna berada di depannya. "Loh pak, kok disini." Tanya Andini. Merasa sangat heran, Arjuna seorang Ceo tampan yang memiliki perusahaan di Jakarta karirnya sebagai seorang Ceo sangat sukses. Bisa sepagi ini, sudah tiba di rumahnya. "Ayo berangkat, ajak Arjuna, "Boleh," Andini tak ingin melihat Arjuna kecewa, ia berusaha untuk mencintai Arjuna.
9.84.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Aruna Putra Api

Aruna Putra Api

Dalam keramaian orang-orang Prastawarna menjalani aktivitasnya, dan kepanikan pihak istana, tak ada yang menyadari Aruna sudah mengeluarkan pendar jingga di sekujur tubuhnya. “Sampai bertemu di sisi timur, Ayahanda!” pamit Aruna. “Pergi lah, Nak!” Aruna menghilang meninggalkan hawa panas yang terbias oleh angin dingin Gunung Payoda. Arya tersenyum sembari menggenggam busur Agnitama. Sedang anak panah logam sudah sejak awal menggantung di pinggangnya.
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Gelora Asmara Ratu Berlian

Gelora Asmara Ratu Berlian

tanya Jovan lagi dengan mata panas menahan air mata. "Airish ... dia bukan puteri papimu, Jo. Dia anak kandung Bram. Entah papi kamu itu tahu atau tidak karena dia memperlakukan Airish seperti puterinya sendiri selama ini," tutur Srijita jujur menguak rahasia gelapnya yang terkubur selama puluhan tahun. Dua kali dia mengandung benih Bramantyo di saat dia sudah menikah dengan Yudhistira Adira Lukmana.
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 573 kali sebagai panah asmara arjuna
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Diajheng WD
Terimakasih kak AGNES sudah memberikan cerita yang sungguh2 apikkk alur ceritaa yg bagus banget yg ga pernah terlewatkan aku bacanyaa.. dan selalu aku tunggu updatenyaa.. semangaat kak... ditunggu karya2 berikutnyaa🫰🫰🫰...
Paulina Nurhadiati Petrus
so special thank buat kak Agnes yg begitu apik mengemas cerita indah ini gak sangka udah tamat aja and so happy baca kisahmu sebenarnya blm moveon ini masih mau lanjut lagi. kalo bisa bikin sekuel anak2 mereka bertiga pastinya seru abis kak. sukses terus ya buat karya selanjutnya. love sekebon
Baca Semua Ulasan
Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

"Semoga aku jadi teman yang menyenangkan." "Kau adalah teman paling menyebalkan yang kubutuhkan," sahut Arjuna kecut. "Kau makhluk yang tidak tahu berterima kasih, padahal aku hampir dua jam menunggu." "Bagaimana aku berterima kasih? Apakah cukup dengan menyeret Resi Aswatama ke hadapanmu untuk menunjukkan pintu dimensi?"
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Terjebak Asmara Tuan Muda Posesif

Terjebak Asmara Tuan Muda Posesif

Sampai di mana Yasmin baru teringat akan suatu hal. *** Mobil Azkara telah memasuki pelataran Mansion Arghantara. "Silakan turun, Tuan Muda," sambut ajudan. Dua orang ajudan mengawal Azkara sampai di depan pintu utama rumah. Begitu memasuki ruang tamu, ia dikagetkan dengan kehadiran seseorang.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Jerat Pesona Gadis Manja

Jerat Pesona Gadis Manja

Arjuna tentu tau kenapa Elma bersikap demikian, wanita itu tidak terima karena sekarang dirinya dekat dengan Kejora. Lalu apa ia salah jika berhenti berjuang dan lebih memilih gadis yang berjuang untuknya? *** Panasnya terik matahari siang tadi membuat kulit para pria yang mengikuti pesta bujang dengan bermain olah raga golf menjadi eksotis. Tapi malah memberi kesan seksi dan garang. Seperti penampilan Arjuna saat ini yang tampan dengan kemeja tangan panjang dan celana jeans. Terkesan santai namun formal.
1051.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Gelora Asmara Preman Kampung

Gelora Asmara Preman Kampung

kata Pak Penghulu memberi saran. "Iya," jawab Benni lesu. Benni menjabat tangan Pak Penghulu, Harsa meletakan selembar kertas bertuliskan nama mempelai wanita. Tapi Benni langsung tak melihatnya. "Ananda Benni Asmoro bin Subroto Asmoro, saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan ananda Karmila binti Hasyim yang mana walinya telah mewakilkan kepada saya untuk menikahkannya dengan Anda, dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan uang sebesar seratus lima puluh juta rupiah. Dibayar tunai!" Pak penghulu menghentakan tangan Benni. Membuat Benni yang kurang fokus langsung tersadar.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
SISWI KESAYANGAN SUAMIKU

SISWI KESAYANGAN SUAMIKU

Dia tersenyum lalu mengangguk kecil dan berlalu dari hadapan Arjuna yang melepaskan pegangan tangannya di baju sang guru. Arjuna mengepalkan kedua tangan ke udara lalu menariknya secara bersamaan ke arah perut. "Yesss! Aku diterima!" seru Arjuna tertahan. "Cie, Arjuna! Segitu sukanya pada bu Renita?" tanya Adam, yang muncul dari balik pohon beringin besar di dekat halaman parkir sekolah. Adam berjalan ke arah Arjuna dengan diiringi Idris. Si kembar itu menuju ke arah sahabat nya yang sedang dimabuk asmara.
77.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
I'm Arjuno, Not Arjuna

I'm Arjuno, Not Arjuna

Membuat Om Sanjaya tidak bisa masuk apalagi menyentuh. “ARJUNA, KELUAR KAMU!!!” Juna tersenyum penuh kemenangan. Dia melangkah menuju kasur dan merebahkan tubuhnya dengan tenang. “Untuk hari ini cukup sampai di sini, besok tunggu kejutan dari gue lagi!” gumam Arjuna. ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ “Pa, Ma… Ini kenapa? Kenapa barang-barang aku kayak gini? Siapa yang udah melakukan ini semua?”
10250 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Mayor Bintang

Mengejar Cinta Mayor Bintang

Tatapannya yang teduh namun kini jauh lebih dalam menatap menantunya dengan segaris senyum lembut di bibir. “Biarin aja, Jeng. Laki-laki berseragam seperti mereka memang paling tidak betah kalau dikurung di dalam ruangan. Persis seperti ….” Anne menjeda kalimatnya sejenak, binar matanya meredup sekilas sebelum kembali tersenyum, “... seperti Mas Arjuna dulu.” ​Mendengar nama itu disebut secara terbuka di tempat terbuka seperti ini, atmosfer di taman belakang yang asri itu mendadak terasa lebih intim.
9.52.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status