Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Asmara dalam Prahara

Asmara dalam Prahara

Inti tubuhnya diselimuti gigitan lembut yang menghimpit milik Amara. Bahagia? Bangga? Sebut saja semua. Dalam sekejap, Bram berhasil membawa Amara mencapai puncak asmara. Bram mengangkat sedikit tubuhnya. Memandangi raut Amara yang berpendar merah muda. Tubuhnya yang kuning langsat dibasuhi peluh. Rambut ikalnya tergerai tak beraturan membingkai wajah. Sangat menggairahkan.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 430 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Asmara di Atas Ranjang

Asmara di Atas Ranjang

"Tidak! Jawabanku adalah tidak!" Howard menyandarkan badannya pada sandaran kursi rotan, pandangan tertuju jauh ke depan, melintasi tubuh Karmo -yang memiliki nama asli Yosef. Ia terkesima dengan warna kemuning padi yang terhampar luas, menandakan musim panen telah tiba. "Yosef, ini perjanjian dua keluarga. Kau tidak bisa mengingkarinya!"
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Sebatas Pernikahan Bisnis

Sebatas Pernikahan Bisnis

ujar Arjuna. Anjani seketika menoleh. Ia memandang mata Arjuna yang tengah memancar tajam ke arah Ammar seolah menggaungkan genderang perang. “Tuan Ammar … bisakah kita mulai?” Tentu Arjuna ingin Ammar yang ada di depan sana. Ia ingin tahu sejauh mana kemampuan pria itu dan bagaimana Ammar tahu posisinya saat ini. Ammar berdehem, lalu setelahnya beranjak dari kursi. Sedari tadi, Anjani menerka pandangan yang tersorot dari pancaran mata suaminya terhadap Ammar. Ada yang aneh, pikirnya. Anjani menelan ludah. Dalam hatinya, ia berharap semoga Ammar bernasib baik.
1026.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 682 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

"Bu Nis mau tanya apa?" Nismara tidak jadi bertanya karena Arjuna sudah datang menjemput. Seperti biasa Arjuna datang dengan tampilan super rapi dan keren, dengan lengan kemeja panjang yang dilipat sampai siku juga rambut yang masih terlihat klimis dengan ditata ke belakang membuat Arjuna memang seperti pekerjaan kantoran yang rajin dan ulet. "Papa kamu sudah datang, kamu pulangnya hati-hati, ya!"
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Selingkuhan Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Selingkuhan Kakak Ipar

Dia tidak sabar ingin segera bertemu dengan ibunya. Sebuah mobil yang tidak asing lagi masuk ke halaman rumah yang tidak terlalu luas. Arjuna tersenyum saat melihat orang yang ditunggunya sudah sampai. Laksmi menghampiri dan membawa tas milik Amisha. Ada yang berbeda dengan wanita itu sekarang di mata Laksmi dan Arjuna, Amisha tampil cantik dan anggun. Ada riasan di wajahnya, pun pakaian yang dipakai memperlihatkan kalau dia wanita berkelas.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Jadilah Pria Kencang Kendor

Jadilah Pria Kencang Kendor

“KaMu benar-benar jatuh cinta pada Arjuna. Aku serius. Dia harus tahu.” “Gak.” Tapi Candita memutar bola matanya melihat protesku yang setengah hati. Pintu belakang terbuka, membawa masuk udara dingin dan Arjuna Galih. Butir gerimis menempel di jaket kulit hitam dan rambut gelapnya. Dan sialan, dia mengenakan celana jins robek di lututnya dari pertandingan softball dan malam itu di kamarku.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Bertahan hidup di zaman majapahit

Bertahan hidup di zaman majapahit

Orang yang sama yang membunuh putraku di masa lalu! Layang Seto menyenggol bahuku mengisyaratkan bahwa aku juga harus memperkenalkan diri. "Saya Anjasmara, salam kenal Pangeran!" ujarku sambil menunduk sopan. "Aku sering mendengar orang mengatakan kau begitu cantik, tapi tak pernah menyangka kau secantik ini. Kenapa kita belum pernah bertemu ya?" tanya Kertawijaya lagi.
879 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Garis Pikat Sang Arsitek

Garis Pikat Sang Arsitek

Andini merangkul bahu Arjuna dari balik sofa tempat Arjuna duduk "Eh, Mama," Arjuna mencium tangan Mamanya. "Enggak kok, Ma. Arjuna nggak menangin tender besar. Arjuna cuma habis dari pameran. Kening Andini berkerut. "Pameran? Sejak kapan anak mama ini suka lihat pameran? Arjuna tertawa kecil. Sejak dulu, ia memang tak pernah mau mendatangi tempat-tempat pameran karena menurutnya itu semua membuang-buang waktu
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Naga

Kaisar Dewa Naga

"Nana, siapa yang membuatmu marah? Apa gadis kecil pendek menyedihkan dan berkacamata di depanmu ini? " Suara berat seorang laki-laki terdengar, pemuda tinggi berambut pirang dan memiliki wajah tampan berdiri di belakang kursi Ariana. Tangan Pemuda itu tergeletak di kepala Ariana, mengusap rambutnya yang halus dan panjang sambil berkata dengan senyum lebar di wajahnya. Dia adalah Arjuna. ini. Tokoh utama dalam cerita
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Anak itu tertawa kecil, lalu berlari ke arah lembah, membiarkan angin pagi menyibak rambut hitamnya. Larisa menatapnya dengan mata hangat. “Anak itu… seperti Arjuna kecil.” Arjuna menatap jauh, “Tidak, Larisa. Dia adalah Arjuna masa depan, seorang manusia yang akan hidup dengan rasa tanpa perlu menjadi penjaga.” Raksa memandang ke arah sinar matahari yang mulai meninggi. “Juna, aku rasa inilah pertama kalinya dunia benar-benar damai.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai panah asmara arjuna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status