Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Tubuhnya masih tegap dan bugar, dibalut setelan jas bespoke Italia yang pas badan.
Dia terlihat seperti anggur tua yang semakin mahal.
"Pagi, Jagoan. Pagi, Sayang," sapa Arjuna, suaranya berat dan hangat.
"Pagi, Pa!" seru Altair.
Arjuna menghampiri kami. Dia mencium puncak kepala Altair, lalu beralih padaku. Dia mengecup keningku lama.
"Kamu wangi," bisiknya.