Pengantin Dari Dunia Gaib
Jam-jam berjalan, namun terasa seperti bergerak di atas pasir—maju, lalu sedikit mundur.
Nara duduk di beranda, memperhatikan bayangan pohon yang tidak lagi setia pada arah. Pada jam tertentu, bayangan itu condong ke timur, lalu tiba-tiba bergeser ke barat tanpa alasan. Di dadanya, ada kegelisahan yang tidak mau diam.
“Ini bukan sisa kemarin,” katanya pelan.
Raka yang sedang memperbaiki engsel pintu berhenti. “Apa yang kau rasakan?”
ตอนยอดนิยม