Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

ujar Eyang sepuh Dharmala, seraya menghela nafasnya menanggapi Ayu yang keras kepala itu. "Baik Eyang Guru," sahut Ayu patuh kali ini. "Ayu, rencana kita yang utama masuk ke tlatah Pallawa ini adalah mendapatkan 'Mustika Naga Putih atau Mustika Naga Hitam'. Mustika itu hanya muncul 500 tahun sekali di tengah danau Dua Naga tujuh hari lagi," ucap Eyang sepuh Dharmala mengingatkan muridnya itu.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 663 kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
Cinta Sagita

Cinta Sagita

Ia lalu meminta semuanya untuk duduk mengelilingi meja makan. Menu makan yang disediakan oleh Delia tidak main-main, ada lobster goreng dengan warna merah menyala. Lobster itu besar dan seperti mampu membuat siapa saja yang melihatnya akan lapar meski baru saja makan nasi Padang dua bungkus. Harum sup kepiting juga tidak main-main, menggoda seolah manggil-manggil semua orang untuk menyantapnya, belum lagi perpaduan menu lainnya. Harum segar juga tersedia dari minuman buah segar yang disediakan oleh Delia. Itu semua luar biasa. Bahkan Cika dan Risa juga Sagita belum pernah makan makanan dengan menu semewah itu.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Andai dia tahu cincin pemberian Mila adalah cincin dengan nilai harga fantastis. Batu merah di cincin itu adalah ‘Red Diamond’, yang segramnya saja bernilai 50 miliar lebih. Dan mata cincin itu senilai 5 gram lebih, sementara ringnya terbuat dari Platinum yang harganya jauh di atas emas. ‘Hmm. Nusa Penida, aku akan ke sana besok’, bathin Elang. Sejak awal kedatangannya ke pantai Sanur Elang memang sudah tertarik dengan fast boat, yang hilir mudik ke arah pulau kecil di tenggara pulau Bali itu.
9.963.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
Payung Merah

Payung Merah

tawar rekan kerja yang mejanya tepat berada di depan meja Tika. "Nggak, Rose, aku akan pergi makan nanti," jawab Tika sembari tersenyum masam. "Baiklah, semangat," ucap Rose seraya berlalu. Setelah berjalan beberapa langkah, Rose berbalik, "Tika, payung merahmu sangat cantik. Nanti bisa kasih tau aku kamu beli dimana," pinta Rose. "Rose, itu bukan punyaku. Aku dapat dari orang asing," jawab Tika sedikit kesal. Rupanya tidak ada yang mempercayai perkataannya tadi.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
Sang Ratu

Sang Ratu

Hal ini tak sepantasnya ia lakukan, mengingat hal ini adalah hal yang tak sopan karena membiarkan ibu Yasinta dan juragan Reksa menunggu. "Selamat malam semuanya." Sapa Elmira dengan nada cerianya. Ia terlihat mempesona dengan gaunnya yang berwarna merah. Delia berdiri lalu melangkah meninggalkan meja makan saat Elmira sudah duduk di kursi. "Saya permisi," pamit Delia. Delia langsung pergi tanpa dicegah oleh Reksa ataupun Yasinta. "Kau, kau seharusnya tahu diri dengan tak lagi muncul di hadapan kami. Jika seperti ini aku juga tak nafsu makan," ucap Andini.
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
CEO Tunggal Kaya Raya

CEO Tunggal Kaya Raya

Tania memilih menu kesukaannya yaitu lobster yang tidak dimasak hanya di beri bumbu khas Thailand sedangkan Delia tidak bisa makan makanan mentah sehingga wanita itu mencari menu yang bisa Ia makan. Sementara di lain tempat Dion sedari tadi membujuk Gara untuk pulang bersama mereka besok tapi, laki-laki itu sama sekali tidak mau. Ia ingin memastikan Delia kembali padanya terlebih dahulu sebelum Ia kembali ke negera asalnya. "Jika Delia tidak mau bagaimana?" tanya Dion menantang Gara tentu kalimat itu membuatnya kesal sendiri. "Saya akan membujuknya agar mau," balas Gara kekeuh dengan pendiriannya.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PANGLIMA

DENDAM SANG PANGLIMA

Di tengah perbincangan itu, beberapa pelayan tiba-tiba datang menghampiri seraya menaruh berpiring-piring makanan yang begitu mewah. Wolf terbelalak matanya memandang makanan yang disajikan. "Silahkan dinikmati sajian malam ini Bapak Wolf," ucap seorang pelayan wanita. Ia menoleh ke arah Adam lalu berkata. "Seperti ini lah kau menyambut seseorang yang pernah memusuhimu?" Adam menepuk pemuda itu dan berkata, "Tuhan saja maha pemaaf pada setiap pendosa. Jika aku tidak memaafkanmu. Berarti aku mendahului kuasa tuhan."
1042.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
Brajasena Sang Ksatria

Brajasena Sang Ksatria

Kedua, meskipun Ketua Mandaka telah membantunya, dia tidak berani mempercayai pihak lain sepenuhnya. “Saya punya beberapa bahan obat di sini, tapi saya tidak punya kulit berbentuk hati yang dibungkus dan Delapan darah roh ilahi. Lagipula, api merah tua di sini tidak murah…” Ketua Mandaka melihat Brajasena dan berkata, “Sepotong kecil api merah tua ini harganya lima ribu Batu Mustika.” "Apa?!" Brajasena sangat terkejut. Meskipun sudah siap, dia tetap terkejut mendengar harganya... Lima ribu Batu Mustika! Dan itu hanya cukup untuk membeli sepotong kecil...
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

bisiknya sembari menggandeng tangan Susan memasuki rumah yang membuat Susan kian terperangah. Dekorasi ruang tamu tampak indah dengan berbagai ornamen bernuansa merah dan warna emas. Aura kemewahan dan elegan begitu terasa. Susan menarik nafas panjang. Tak pernah membayangkan bakal tinggal di rumah mewah yang baginya tak ada beda dengan sebuah istana.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Tua Suamiku Hamil

Ketika Istri Tua Suamiku Hamil

Matanya langsung menatapku dengan tatapan serius. "Apa maksud kamu?" "Delima dan Mas Raka nggak pernah ngapa-ngapain. Delima masih suci sampai saat ini." "Ka-kamu nggak bohong, Delima?" Mas Deni tampak gugup. "Bukannya kalian sudah menikah selama dua bulan? Bagaimana bisa?"
1067.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai pantangan mustika merah delima
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status