Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Dia sedang memegang kartu nama manajer hotel, lalu dengan angkuh berkata, "Tentu saja. Tapi tunggu dulu, biar kuselesaikan dulu urusanku dengan perempuan nggak tahu malu itu!" "Aku pasti akan mengingat jasamu." Aku bergegas masuk ke dalam. Lengkungan bunga yang sebelumnya tertata rapi kini sudah terguling di tanah. Menara sampanye mewah juga sudah hancur berkeping-keping. Sisa sayuran dan telur busuk juga terlihat berserakan di lantai .... Tempat ini tadi siang masih terlihat megah seperti mimpi, tapi kini sudah jadi kacau balau!
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Baca
+Pustaka
Aduh, Bosku Bucin

Aduh, Bosku Bucin

BAb 13 Bintang berdecak mendapati Asoka sedang menunggu lift. pria itu menoleh dan kembali menatap layar yang menunjukan sudah berada di mana lift yang mereka tunggu. Apartemen hunian mereka, memiliki tiga unit lift. Yang satu dalam perbaikan, satu lagi baru saja naik dan satu lagi sedang turun.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Baca
+Pustaka
Empat Tunanganku

Empat Tunanganku

Beberapa bahkan berbisik, ada pula yang memuji keindahan buket tersebut. Di sela istirahat, Emily membuka ponselnya dan membuka folder foto. Ia menatap potret keempat tunangannya—dari senyuman nakal Ethan, tatapan tajam tapi tulus Michael, kelembutan Daniel, hingga ketegasan penuh kasih dari Owen. Satu per satu membuat hati dia bergetar, tapi juga kacau. “Ini, katanya dari seseorang yang nitipin buat kamu.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Baca
+Pustaka
Sang Penabur Benih

Sang Penabur Benih

Gerard menunjukkan laman itu. Mata Raleigh melebar lalu menyambar ponselnya cepat. Ia menscrol layar dengan cermat lalu seulas senyum terbit di wajahnya. Mendung yang awalnya bergelayut manja itu pun beralih menjadi pelangi. "Bagaimana bisa tidak terpikirkan olehku? Bodohnya aku."
7.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Dia penasaran namun dia tidak bisa melihatnya dengan jelas. Bersamaan dengan genggaman Alden yang lepas, ada pusaran pasir yang mengapung di atas telapak tangan Kaitlyn. Puan itu berseru takjub karena tidak menyangka kalau dia bertemu orang yang luar biasa. "Pasir ini ibarat rasa sedihmu dan angin itu ibarat waktu. Kalau mereka bersatu kemudian dibawa terbang," ucap Alden yang kemudian menjedanya.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Baca
+Pustaka
Bucin berujung Sengsara

Bucin berujung Sengsara

Bugh Batara mengunci pergerakan Maya, membuat perempuan itu menempel ke tembok. Ia menatap Maya dengan tajam dan menusuk. "Jangan libatkan orang lain atas kesalahan kamu. Ingat ucapan saya ini, kamu sudah berani usik hidup saya sampai hubungan saya hancur. Lihat apa yang akan terjadi setelah ini sama hidup kamu." Batara menurunkan tangan kekarnya. Kemudian meninggalkan Maya begitu saja.
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 848 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Baca
+Pustaka
Ku Pinang Kau Dengan Syahadat

Ku Pinang Kau Dengan Syahadat

maki Juun, sedikit menggerutu karena sang sahabat sempat-sempatnya mengajak bercanda di tengah situasi genting seperti ini. "Oh, tentu. Aku memang bucin pada Vina. Hanya dia yang bisa membuatku melayang ke langit yang ketujuh setiap hari. Sayangnya sekarang dan selama 40 hari ke depan, aku harus bersolo karir," ucap Ryu sarkas, nampak menahan kesal yang justru dibalas Juun dengan sebuah tawa yang terdengar getir. "Apa tawa mu itu dengan tujuan mengejek diriku, Juun?" tanya Ryu, kesal.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Tampilkan Ulasan (48)
Baca
+Pustaka
Fatmah Azzahra
buat para pembaca Budiman yang setia, baca karyaku ini bisa dapat koin gratis loh! nanti aku pilih diantara kalian (3 orang) buat dapetin hadiah koin dengan total 500 koin emas. Caranya gampang banget, kalian cukup baca + kasih komentar + kasih ulasan bintang 5 + gem. Kalau udah mengerjakan, inbox!
MyMelody
Woooiii, semua yg belum baca novel ini, ayo merapat. Kita ramaikan agar penulis semakin semangat. Asli, keren banget ceritanya. Serunya ada, gregetnya dapat, sadnya juga ada, dll. Dijamin ga rugi kalau kalian baca novel ini. The best!!!
Baca Semua Ulasan
Berebut Pantas

Berebut Pantas

“Kau sukanya rasa apa, Ren?” “Cappucino cincau.” “Bungkus! Sekarang, kau pergi ke ruang perawat jaga, lalu minta diinfus sepertiku! Jangan lupa bilang yang rasa Cappucino cincau ya.” Varen dengan tanpa sungkan menepuk lengan kiri Dio, lantas tertawa dengan kencangnya. “Karena aku baik, gimana kalau buat kau saja. Ini nih, punggung tanganmu yang satunya masih nganggur,” canda Varen.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Baca
+Pustaka
Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

B a y i B u n g k u s HANTU SUNATAN 🔲🔳🔲🔳 Musik mengalun nyaring. Orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Para ibu memasak makanan di dapur. Berbagai
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Buktikan apa, Bumi? Sekarang, di layar kecil di tangannya, jawaban itu terpampang lebih nyaring daripada kata-kata. Ponsel Tari bergetar pelan — notifikasi baru. Pesan Pandu di story: “Rencana besar, langkah kecil. Doakan, ya.”
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai pantun bucin 4 baris
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status