Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Subjek Zero

Subjek Zero

Jawab Althea menepuk bahu Arjuna menyemangati, Althea berlalu ke arah lain untuk mengambil rekaman saat kesenian berlangsung. Di beri kepercayaan oleh Althea dengan semangat membara akhirnya Arjun berusaha untuk mendapatkan gambar paling aesthetic yang bisa ia dapatkan. Jathilan dikenal sebagai tarian paling tua di Jawa, dikenal juga dengan nama Jaran Kepang. Tarian ini mempertontonkan kegagahan seorang prajurit di medan perang dengan menunggang kuda sambil menghunus sebuah pedang. Penari menggunakan kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kulit binatang yang disebut dengan Kuda Kepang, diiringi alat musik gendang, bonang, saron, kempul, slompret dan ketipung.
9.32.6K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as pantun jenaka
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Pengamen jantur itu mulai meneriakkan syair-syair Jawa sambil menari-nari. Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah
1.5K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as pantun jenaka
Read
+Library
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Aku tersenyum mendengar pantun pamanku. “Eaak, eaak, eaak.” Makin menjadi tingkah Cantika. Gusti Allah, paringi hamba sabar. “Can juga punya pantun, Om.” Dia nggak mau kalah. “Apa?” tanya kami kompakan. Baru aku tahu kalau sepupu jauhku ini pandai juga bersilat lidah. “Tanam jengkol di tepi bukit.” Habis itu Can diam aja.
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 416 Times as pantun jenaka
Read
+Library
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Duh, buang sial gak tuh bahasanya Nek! Kelaut, mandi kembang tujuh rupa sama berendem di tujuh mata aer Sis kalo mau buang sial tuh!" "Kejauhan Jenong!" "Ih ini tuh lagi trend!" Jeni mengusap dahinya yang disentil Mpok Leha karena gemas dahi Jeni yang lebih menonjol efek di filller. "Lagian jidat udah bagus-bagus malah dibikin jenong kayak ikan lohan!" "Ampun deh Pere satu, pasti lekong kabur ye galak banget shay! Kayak Macan!"
108.2K viewsOngoingAdded to Library 172 Times as pantun jenaka
Read
+Library
Papaku Masih Perjaka

Papaku Masih Perjaka

“Astaga Sab, artinya suami kamu perjaka donk.” Ingin sekali Sabrina menepuk jidat sambil koprol. Bisa-bisanya reaksi pertama Mirna malah menyangkut keperjakaan Gama. Padahal selama menceritakan semua kebenaran itu Sabrina gemetaran. “Ibu!” rengeknya.
1036.9K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as pantun jenaka
Read
+Library
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Dengan selempang ratusan busur panah yang tertata di wadahnya, Yang tak lain Dia adalah Raden Janaka Ksatria nomor Tiga Pandawa adik dari Raden Werkudara dan Raden Yudhistira atau Raden Puntadewa. "Istirahatlah dulu Dimas,nanti setelah Kau sudah bugar Kita akan membahas masalah ini ". "Mereka sengaja menyiksamu dengan tombak dan pedang lalu dipatahkan, Agar Kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu.Untung Kau mempunyai ajian Pancasona,Angger Tetuka bisa mencabut semua patahan senjata yang menancap ditubuhmu.Hingga luka-luka ditubuhmu bisa menutup agak cepat Dimas Pancatyana, jika tidak,. mungkin kami tidak akan bisa menyelamatkanmu ''sela Narendra Dwarawati itu.
7.4K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as pantun jenaka
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Ia tahu rasa itu. “Juna…” bisiknya lembut. Cahaya itu turun semakin dekat, berputar membentuk pusaran besar di udara. Dari dalamnya muncul kilatan warna jingga keemasan, sebuah warna yang sama yang dulu melahirkan Pajajaran Sukma Niskala. Dan dari cahaya itu terdengar suara lembut yang menggema ke seluruh bumi: “Rasa henteu sare, sanajan manusa poho. Sabab rasa téh cahaya nu moal pareum.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as pantun jenaka
Read
+Library
RED CROWN

RED CROWN

tanyanya, memojokan posisi Cantaka. Cantaka tertawa lantang seraya kedua tangannya berkacak pinggang. Malam itu, benar-benar malam yang sungguh membuatnya bahagia. Wanita di depannya tidak bisa dianggap remeh, kemampuannya menganalisis hal yang terjadi sungguh mengagumkan. Pangeran muda itu berjongkok dan kini kedua matanya sejajar saling pandang, “Kamu wanita yang pandai, muda, dan cantik. Kenapa kamu ingin menikahi pria bodoh dan gendut seperti Geni?”
108.0K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as pantun jenaka
Read
+Library
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Seperti Siluman Jerangkong Kuning, tapi entah apa yang akan digunakan si nenek sebagai senjata. Si nenek angkat kedua tangan seperti orang berdoa, lalu terdengar mulutnya mengucap mantera yang disebut Ajian Jaran Goyang. "Jagatku jagat ayu Badanku raga ayu Kawahku kakang ayu Baliku rayi ayu Ing bumi deudeuh Jaran goyang ing jaran goyang Jaranku jaran ayu Jaranku jaran goyang Heuuuuh....!"
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as pantun jenaka
Read
+Library
Burung Ajaib: Bukan Perjaka Tua Biasa

Burung Ajaib: Bukan Perjaka Tua Biasa

tanpa memiliki harapan lain, Pak Pur memperbolehkan Wulan mencoba usaha terakhirnya. Dengan menggunakan sepeda onthel, Wulan dan Dirga sampai di kampung tetangga. Mereka menuju ke rumah Niken yang cukup mewah dibandingkan rumah warga di sekitar. Kabarnya Niken ini merupakan seorang agen penyalur tenaga kerja yang sebagian besar diberangkatkan ke luar negeri. "Asalamualaikum, Mbak," sapa Wulan ketika tiba di pintu gerbang, selang beberapa detik kemudian muncul perempuan berusia tiga puluhan memakai daster dengan rambut digelung.
161 viewsOngoingAdded to Library 4 Times as pantun jenaka
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status