Choice
Ray tersenyum ketika Zahra menyarankan Martin jangan dekat-dekat Riyan agar tidak ketularan gila.
“Kata kamu aku cowok kaku.”
“Tapi jangan berubah nggak waras juga kayak Riyan.”
“Jadi banyak ketawa, lebih awet muda. Iya, kan, Ray?”
“Pasti. Jangan dengar bisikan orang sirik.” Goda Ray. Zahra mencubit lengannya pelan. “Sakit, Ra.” Ujar Ray pura-pura. “Martin, nih, tunangannya main tangan.”
Hot Chapters