SELALU SALAH
suara Mak Ida membuat moodku ambyar seketika.
"Masakin tamu, Mak."
"Baunya enak nih."
"Iya dong, kan aku pintar masak. Emang Mak belum masak?" tanyaku sambil menata piring.
"Belum belanja, Mak gabung sarapan di sini aja, ya?" tanyanya memaksa.
Aku bingung, mau dilarang, kesannya kejam. Diizinkan, takut membuat onar.
"Eh, pagi-pagi sudah ada tamu," sapa Mas Adit.
Hot Chapters