Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Perawan Tua

Bukan Perawan Tua

Dengan ragu-ragu, kuarahkan kaki yang tadi keseleo padanya. "Dulu gue pernah diajarin sama nyokap buat ngurut. Kalau cuma keseleo kayak gini mah gampang buat gue," ucapnya sok iyes. Paling juga cuma ditekan-tekan doang. Malah bikin tambah sakit nanti. Dia ini selalu saja membanggakan diri sendiri. Kepedean istilahnya. Mulut Rafael terus saja berbicara. Sementara tangannya juga terus mengurut. Rasanya nyaman juga. Saat dia memintaku menggerakkan kaki, rasanya sudah tak sesakit tadi. Ajaib!
1028.7K viewsCompletedAdded to Library 976 Times as pap kaki lagi di urut
Read
+Library
CINTA yang TERSAKITI

CINTA yang TERSAKITI

ucap Papi Natasya. Natasya sudah membuka mulut hendak memprotes apa yang dikatakan oleh papinya, tetapi terdengar suara ketukan di pintu. Pintu terbuka dan masuklah dua orang perawat yang membawa papan clipboard di tangan. Ia memberikan senyuman kepada Natasya dan papinya. “Selamat pagi, Bu Nataysa, kami ingin memberitahukan kalau jadwal operasi pemasangan pen pada kaki papi, Ibu akan dilakukan besok siang,” terang salah seorang perawat itu.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as pap kaki lagi di urut
Read
+Library
Mencintai Pewaris Tampan

Mencintai Pewaris Tampan

Tangannya cekatan mengurut kakiku yang terkilir, dan dalam beberapa saat tulang kakiku yang diurutnya berbunyi, aku pun sampai menjerit karena rasa sakit yang amat sangat tadi. "Sudah, Mbak! Sekarang pasti tak sakit lagi," tukasnya. Aku pun mencoba menggerakkan kakiku yang tadi terkilir. Benar saja, aku sudah tak merasakan rasa sakit yang tadi begitu mendera. "Terima kasih," ucapku. "Mbak Una belum menjawab pertanyaan saya, kenapa Mbak ada di sini?" tanya Bandi lagi, lelaki aneh ini suka menanyakan hal yang sama.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as pap kaki lagi di urut
Read
+Library
Pria Desa Penakluk Wanita

Pria Desa Penakluk Wanita

tanya Bara sambil meraih pergelangan kaki Keyla. "Kamu jangan macam macam. Video itu masih ada padaku," ancam Keyla pelan. "Video itu tidak akan bisa memperbaiki posisi uratmu, Key. Sini," potong Bara tegas. Ia menarik kaki itu ke atas pahanya yang keras. Bara merogoh botol kecil dari sakunya. Minyak urut racikan kampung yang baunya sangat menyengat langsung memenuhi ruangan.
9.9210.2K viewsOngoingAdded to Library 5.3K Times as pap kaki lagi di urut
Show Reviews (24)
Read
+Library
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Alam. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam Atas, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

"Jangan nakut-nakutin aku dong, ini beneran bisa sembuh kan kalau cuma dipijat sedikit saja sama kamu?" "Ya makanya diam dulu, jangan banyak protes atau menghina saya lagi kalau mau kaki mulusmu ini balik normal." "Iya, iya, maaf. Cepetan obatin, tapi jangan macam-macam ya tangan kamu itu!" Tresna mulai menuangkan minyak urutnya yang hangat ke telapak tangan. Dia mulai memegang pergelangan kaki Linda dengan gerakan yang sangat mantap.
1048.9K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as pap kaki lagi di urut
Read
+Library
Silakan Menikah Lagi, Mas!

Silakan Menikah Lagi, Mas!

Aku menjerit saat dua buah tangan memijat, sesekali menekan kakiku. Tukang urut itu seperti tidak bereaksi dengan betapa hebohnya diri ini. Dia terus memijat, sesekali menarik kakiku tanpa disangka-sangka. Entah seperti apa kabar kaki ini setelah ini. Kembali baikkah? Atau justru patah? “Pak, sudah. Rasanya sakit banget,” ibaku pada pria paruh baya yang tengah sibuk dengan kakiku itu. Tak ada kesan tangguh saat ini. Seperti anak kecil, aku menangis sesenggukan.
1064.2K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as pap kaki lagi di urut
Read
+Library
Jerat Cinta Wanita Pengganti

Jerat Cinta Wanita Pengganti

Perempuan itu duduk di tepi ranjang sementara pria itu duduk di lantai. "Mas, mau ngapain?" tanya Pradnya panik saat tiba-tiba Antasena melepas flat shoes-nya, lalu membuka obat oles yang sempat dibelinya tadi. "Kaki kamu harus diurut, Nya." "Emang Mas Sena bisa ngurut kaki?" "Nggak, sih. Tapi—" "Kalau salah urat gimana?!" sembur Pradnya dengan cepat. "Eh, maaf, Mas."
3.2K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as pap kaki lagi di urut
Read
+Library
Kekasih Tetangga Suamiku

Kekasih Tetangga Suamiku

Aku butuh bantuan Mbak Siti dan ibu untuk menjaganya. Malam harinya, Mbak Ros datang, wanita paruh baya yang berprofesi sebagai tukang urut itu memeriksa kakiku. Rasanya sangat sakit saat Mbak Ros mulai memijat, aku sempat berteriak karena tidak dapat menahan sakit saat kedua tangan Mbak Ros menekan titik sakitnya. “Besok sakitnya pasti berkurang, hanya terkilir biasa. Rutin minum obat dan belajar jalan, pasti akan cepat sembuh.” ucapnya sambil terus mengusap kakiku.
675 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as pap kaki lagi di urut
Read
+Library
OTW jadi Nyonya BOSS!

OTW jadi Nyonya BOSS!

Walaupun sesekali aku reflek menendang Mpok Tima, tapi entahlah, mungkin karena Mpok Tima sudah terbiasa menghadapi banyak pasien, dia tetap dengan sabar menghadapi kebar-baranku di sesi urut-mengurut ini. "Sudah enakan toh?" tanya Mpok Tima. Setelah diurut oleh tangan ajaib Mpok Tima, kakiku memang sudah tidak sesakit sebelumnya. Pergerakan kakiku juga sudah semakin membaik. "Ajaib juga tangan Mpok Tima," gumamku. "Pastilah! Pilihan Mama gak pernah meleset," timpal mama dengan jumawa.
1065.7K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as pap kaki lagi di urut
Read
+Library
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Ada Papa sedang memegang Al-Quran kecil. Aku terbangun dengan tubuh terasa kaku. Ah! tiba-tiba ngilu menjalari kaki. “Karin, kamu sudah siuman?” Papa bangkit menghampiri. Mengambilkan segelas air minum di meja. Aku melirik ke bagian bawah tubuhku. Penuh perban dan kaku. Bau obat begitu menyengat. “Ya Allah, Pa, kakiku!” “Kaki kamu sudah dengan penanganan terbaik, Rin. Kamu jangan terlalu khawatir, ya.” ucap Papa menenangkanku.
9.379.1K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as pap kaki lagi di urut
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status