Mencintai Pewaris Tampan
Tangannya cekatan mengurut kakiku yang terkilir, dan dalam beberapa saat tulang kakiku yang diurutnya berbunyi, aku pun sampai menjerit karena rasa sakit yang amat sangat tadi.
"Sudah, Mbak! Sekarang pasti tak sakit lagi," tukasnya.
Aku pun mencoba menggerakkan kakiku yang tadi terkilir. Benar saja, aku sudah tak merasakan rasa sakit yang tadi begitu mendera.
"Terima kasih," ucapku.
"Mbak Una belum menjawab pertanyaan saya, kenapa Mbak ada di sini?" tanya Bandi lagi, lelaki aneh ini suka menanyakan hal yang sama.
Hot Chapters