Pembalasan Untuk Pengkhianat
"Kami hampir saja ketahuan, menyusup masuk ke dalam rumah besar mereka. Penjagaannya begitu ketat, Papah sudah menangkap basah permainan keluarga itu, namun sayangnya tidak memiliki bukti kuat.
Padahal sudah di rekam salah satu anak buah Papah, sayangnya gara-gara ketahuan, akhirnya handphone hasil merekampun jatuh, ketika kami melompati pagar belakang."
"Jadi pakaian lusuh Papah ini?"
"Iya, kami masuk kebun tebu yang rimbun, makanya jadi awut-awutan begini."
"Intinya, Ibu mertua Rosa, tidak stroke?" tanyaku memperjelas.
"Menurut Papah begitu, sebab saat Papah mengintip, terdengar suara orang berbicara dari dalam kamar. Papah lihat cuma ada ibu mertua kamu, yang duduk bersandar di dipan."