Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kontrak Cinta

Kontrak Cinta

Mahesa tidak sanggup untuk hal itu. “Berapa lama, Sa?” tanya Mama yang sudah kembali bergabung dengan sepiring apel kupas di tangannya. “Paling cepet enam bulan, Ma. Mungkin bisa juga sampai setahun.” “Duh, kalian baru aja barengan setelah Dira ke Paris. Sekarang ganti kamu yang ke Papua. Pa, coba pake koneksi Papa ke kampusnya Mahesa.” “Enggak usah, Pa,” tolak Mahesa. “Aku enggak mau dapet perlakuan khusus yang nantinya malah bikin nama Indira jadi jelek.”
9.751.6K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as pap main ps dirumah
Read
+Library
Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Setelah segelas susu ditandaskannya, Aina beranjak ke garasi dan mengeluarkan motor matic yang selalu digunakannya untuk berangkat ke sekolah. Suara ketukan dari sepatu pantofel yang beradu dengan lantai marmer putih mengiringi langkah Dipta menyusuri lorong-lorong bangunan serba putih yang menjadi tempatnya bekerja. Bagian bawah jubah putih yang dia kenakan melambai mengikuti gerakan saat berbelok memasuki ruang praktiknya. Di depan pintu ruangannya terdapat papan bertuliskan dr. Alvin Pradipta, Sp.PD-KPsi. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Psikosomatik. Dipta sedang membuka beberapa berkas pasien di meja saat pintu ruangannya tiba-tiba terbuka, memunculkan sosok pria tampan seusian
1030.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as pap main ps dirumah
Read
+Library
Kutukan Mantan Terindah

Kutukan Mantan Terindah

Tangan Papi Barra memutar gelas kecil berisi kopi yang tadi tak sempat disentuh, sementara tatapannya kosong ke arah jendela lounge hotel yang menampilkan langit Bandung yang mulai bergradasi jingga. Zain menyilangkan tangan di dada, senyumnya mengembang penuh arti. “Papi tahu nggak,” katanya sambil melirik malas ke arah Papi Barra, “telepon barusan itu semacam panggilan darurat dari divisi pertahanan rumah tangga. Dan menurut laporan tim, detak jantung Mami nyaris ngalahin beat EDM.” Papi Barra menoleh dengan ekspresi bersalah yang gagal ditutup-tutupi. “Berlebihan. Mami kamu memang terlalu sensitif.”
106.8K viewsCompletedAdded to Library 271 Times as pap main ps dirumah
Show Reviews (10)
Read
+Library
WidiaYuan
kesempatan tak akan datang dia kali van.. kamu pilih bertahan hidup atau hancur hanya itu pilihanmu. kamu mempertahankan egomu maka kehancuran yg kau dapat kalo kamu memilih pilihan yg ditawarkan barra setidaknya kamu masih bisa hidup lebih lama dengan tenang.
Kania Putri
Barra lagi H2C ini wkwkw tapi aq yakin mami rumi gak akan ngamuk kaya singa kalau kamu jelaskan duduk persoalannya karena menemui karina ada maksud dan tujuan yg jelas bukan demi perusahaan aja tapi demi keutuhan keluarga
Read All Reviews
Godaan Ibu Kos Cantik

Godaan Ibu Kos Cantik

Walau sebenarnya, sebagian dalam dirinya masih belum mau percaya pada pria ini. “Siap! Sama-sama Mas!” Agus melebarkan senyum dengan deretan giginya yang terang, kontras dengan warna kulitnya. Dimas mengeluarkan ponsel. Menemukan notifikasi yang membuat jantungnya nyaris meledak. Aplikasi smart home di ponselnya ternyata meninggalkan sebuah notifikasi. [ SECURITY ALERT ] TAMPER DETECTED - PANEL PINTU UTAMA
10239.7K viewsCompletedAdded to Library 6.7K Times as pap main ps dirumah
Read
+Library
TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN

TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN

Lalu, matanya teralih oleh pesan yang baru masuk. “Kamu di mana?” Arumi langsung mengetik balasan untuk Papanya. “Sudah di rumah, Pa. Papa di rumah Kakek?” “Perjalanan ke rumah Kakek jauh, Papa lelah, jadi pulang ke apartemen.” Arumi membaca pesan tersebut dan mengira apartemen yang dimaksud adalah apartemen yang dulu pernah ditempati Belva. “Lho, apartemen Papa kan juga jauh dari rumah sakit?”
104.0K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as pap main ps dirumah
Read
+Library
BENALU

BENALU

Mami masih ngeyel dan ngotot. “Mantan pasien rumah sakit jiwa Mami layani,” sahut Papi, cukup membuatku ketawa, karena nggak tahan menahannya. Akhirnya Mami juga ikut ketawa. “Ya, setidaknya, di kasih arahan lah, Pi. Atau kalau masih sering terganggu kejiwaannya kita panggilkan psikolog,” ucap Mami. Kayaknya ibu di panggilkan psikologpun percuma, malah buang duit saja.
9.949.7K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as pap main ps dirumah
Read
+Library
KAWIN KONTRAK SANG PEWARIS TUNGGAL

KAWIN KONTRAK SANG PEWARIS TUNGGAL

tolak Margareth berbicara jujur. "Baiklah.. Ada bukti yang lain! Lihat ini, pria ini sama kan dengan foto sebelumnya, kalian kedapatan datang di sebuah rumah sakit ibu dan anak, sudah pasti itu kalian mengecek kehamilan! Iya kan Margareth?" tanya oma Puspa semakin membuat Margareth tercekat. "Sial!! Ada berapa banyak kartu yang dia pegang sih! Gini mana bisa mengelak coba!" batin Margareth geram.
1017.5K viewsCompletedAdded to Library 665 Times as pap main ps dirumah
Read
+Library
Mari kembali ke Masa Lalu

Mari kembali ke Masa Lalu

Ucaonya dengan mantap, "Itu, sama aja gue masuk kandang macan yang laper dengan sukarela!" "Iya-iya lo lagi sial hari ini, tapi menurut gue lebih tepatnya lo PMS deh. Ngegas mulu." Tek tek tek... Pak Yanto memukul penghapus papan tulis ke meja sebagai announce buat siswa-siswi kelas IPA 1. "Hari ini kita kedatangan psikiater untuk mengetahyi tingkat pemerataan sikis anak muda daerah Kebon Jeruk. Hafap kalian sekarang kumpul di aula."
2.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as pap main ps dirumah
Read
+Library
Pembalasan Untuk Pengkhianat

Pembalasan Untuk Pengkhianat

"Kami hampir saja ketahuan, menyusup masuk ke dalam rumah besar mereka. Penjagaannya begitu ketat, Papah sudah menangkap basah permainan keluarga itu, namun sayangnya tidak memiliki bukti kuat. Padahal sudah di rekam salah satu anak buah Papah, sayangnya gara-gara ketahuan, akhirnya handphone hasil merekampun jatuh, ketika kami melompati pagar belakang." "Jadi pakaian lusuh Papah ini?" "Iya, kami masuk kebun tebu yang rimbun, makanya jadi awut-awutan begini." "Intinya, Ibu mertua Rosa, tidak stroke?" tanyaku memperjelas. "Menurut Papah begitu, sebab saat Papah mengintip, terdengar suara orang berbicara dari dalam kamar. Papah lihat cuma ada ibu mertua kamu, yang duduk bersandar di dipan."
10135.1K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as pap main ps dirumah
Read
+Library
Marriage With Dosen

Marriage With Dosen

ucap Papa menyerahkan berkas ke arahku membuatku segera membukanya. I. Identitas Klien Nama : Tn. Muhrom Tanggal MRS : 09 - 04 - 20-- Sumber Informasi : Pasien dan istrinya Diagnosa Medis : PJK IMA Inferior Umur : 68 Tahun Jenis Kelamin : Laki - Laki Alamat : Jl. Kranggan No.146 B Jakarta Pendidikan : S1 Status Perkawinan : Kawin Pekerjaan : Swasta
1019.9K viewsOngoingAdded to Library 576 Times as pap main ps dirumah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status