Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luna dan Para Garda Patriot

Luna dan Para Garda Patriot

Kalimat itu walaupun terdengar tidak begitu jelas, tetapi Luna tahu artinya. Garda Patriot mati. Maya dalam bahaya.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Cinta Terakhir

Cinta Terakhir

Kaos hitamnya terasa basah, bercak darah menempel di kulit, menciptakan anyir dan bau besi. Panji beranjak tanpa kata, meninggalkan suami dari wanita yang dicintainya. Sembari melangkah, tangannya sibuk mengotak-atik ponsel dengan serius. Ia mengirimkan pesan perintah pada seseorang.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Ini adalah rasa sakit kematian. Tanganku menempel di perut. Perutku yang tadinya buncit perlahan mengempis. 'Bayiku... maafkan aku,' jerit jiwaku. 'Anakku yang berharga, Ibu gagal melindungimu.' Aku meneteskan air mata terakhir. Dan kemudian dunia menjadi gelap. ... Sudut pandang Alexander. Alexander mondar-mandir cemas di luar ruang bersalin.
56.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Cinta Tanpa Suara

Cinta Tanpa Suara

"Kau menggertak, Gia. Kau terlalu mencintai pria pembohong itu untuk membiarkannya mati." "Cinta?" Gia tertawa getir, air mata mulai mengalir di pipinya. "Cinta itu sudah mati saat aku tahu dia menyembunyikan pembunuh ayahku di rumah ini. Jika Arkan mati, setidaknya aku tidak perlu hidup dengan pengkhianatannya lagi. Tapi kau... kau akan kehilangan segalanya." Surya menggeram. Ia menekan tombol di alat komunikasinya. "Ida, tahan! Jangan suntik dulu. Bawa dia ke sini dalam keadaan hidup."
788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Hamba Belum Mati, Paduka!

Hamba Belum Mati, Paduka!

"Orang tuamu meninggal satu tahun yang lalu, Wira. Kamu terpukul sekali seperti orang linglung lalu tertabrak bendi hingga tidak sadarkan diri. Hampir dua bulan lamanya." "Karena tidak punya uang, Bibi hanya bisa memanggil Janggan, tabib murahan untuk memeriksamu. Dia bilang kalau kamu mati suri. Ragamu baik-baik saja tapi jiwamu yang enggan untuk kembali." Bibi Tyasih memegang kedua tanganku, "Tapi Bibi senang akhirnya kamu mau kembali hidup, Wira. Kamu harus bangkit. Kematian orang tuamu bukan akhir dari segalanya. Masih ada Bibi yang bisa kamu jadikan tempat pulang."
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

Aku masih menggenggam liontin jimat keselamatan di tanganku. Andre menangis tersedu-sedu. Meskipun dia tidak bisa mengenaliku, dia bisa mengenali jimat itu. Dia melihat tanda lahir berbentuk kupu-kupu di leherku. Andre tidak ingin mengakui jika aku sudah meninggal, tapi terdapat banyak bukti yang membuktikan bahwa mayat yang tergeletak di sana adalah diriku. "Pak Andre, Nona Julie adalah wartawan yang sangat berani."
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Sang Pendosa

Cinta Untuk Sang Pendosa

tanya Kanaya menyodorkan pisau kater pada Nicha. “Membunuhmu,” balas Nicha sambil terus mendekat padanya. “Kau, kau sungguh gadis gila!” teriak Kanaya melayangkan pisau kater itu hingga melukai pipi Nicha. “Kau duluan yang mengundangku,” ujar Nicha yang kembali menarik Kanaya lalu mendorong hinggah jatuh dan melemparkan batu besar pada gadis itu hingga kaki kanan Kanaya kena dan berdarah.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Merpati

Cinta Sang Merpati

Dan berharap semua rencana kedepannya bisa berjalan dengan lancar. Sayang, tak ada yang menyadari sosok perempuan yang mengikuti mereka. Perempuan itu memarkirkan mobilnya agak jauh dari tempat pemakaman. Tampak tangannya mengepal hingga buku-buku jari memutih sesaat setelah Zaara dan Theo keluar mobil bergandengan. Pandangannya nyalang, seperti seorang kriminal yang ingin segera membunuh korbannya. “Gue gak bakal lepasin lu, Ra. Gue bakal buat lu lebih menderita. Lebih, lebih, dan lebih dari rasa sakit yang udah lu kasih ke gue.”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Cinta Semalam Sang Mafia

Cinta Semalam Sang Mafia

Pria yang selama ini Aara benci dan cintai itu telah pergi, menebus dosanya dengan nyawa. Aara terdiam. Tangisnya berhenti, digantikan oleh kekosongan yang membakar. Ia melihat senapan di sampingnya, lalu melihat Lorenzo yang mencoba melarikan diri ke arah tangga darurat. "Dante," panggil Aara, suaranya kini sedingin es, tanpa ada lagi getaran ketakutan. Dante berhenti menembak, menoleh ke arah Aara. Ia melihat transformasi di mata istrinya. Gadis lembut yang ia kenal telah mati bersama ayahnya.
10406 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Kutukan Cinta

Kutukan Cinta

Hatinya bergemuruh, menimbulkan rasa sakit nan sesak di dadanya. "Iya....anakmu. Usianya baru sembilan Minggu. Dia gak bisa bertahan karena ibunya yang lemah dan bodoh ini." Nadia berucap dengan menahan tangisnya. Mengenang kembali kejadian dimana dia harus merelakan janin itu karena pendarahan hebat yang dialaminya sungguh sangatlah menyakitkan.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai patria o muerte
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status