Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

Seingatnya lelaki bernama Rian itu hadir disaat peresmian kantor barunya. "Saya, saya adalah supir Pak Ram!" balas Rian pada Dania yang mungkin usianya terpaut beberapa tahun dengannya itu. "Oh, aku kira kamu adalah penulis yang ingin diterbitkan di sini juga," sahutku mengangguk lembut. "Itu juga Mbak, saya juga seorang penulis. Sekedar menyalurkan hoby." Lelaki yang berada di hadapanku melemparkan senyuman kecil padaku.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai penulis dilan
Baca
+Pustaka
Ditalak Di Pelaminan

Ditalak Di Pelaminan

batinnya “Kenapa kamu diam saja, Yan? Ah, pasti kamu tidak tahu ya. Makanya, kamu jangan berteman dengan buku terus!” ledek Dimas diakhiri dengan tawanya, “Sebenarnya nama Dahayu itu sudah lama terdengar, tetapi baru di tahun ini dia dikenal oleh orang banyak, ya terkhususnya para dosen. Bayangkan jika kamu memiliki pacar seperti dia, Yan! Wah, bisa menang banyak kamu. Sudah cantik, baik, pintar pula.”
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai penulis dilan
Baca
+Pustaka
Garis Pikat Sang Arsitek

Garis Pikat Sang Arsitek

tapi apalah daya, karena belum menjadi penulis full time, banyak hal yang harus dikerjakan kali ini. doakan saja teman-teman, semoga suatu saat bisa menjadi full time writer. aamiin, hehehe semoga kalian tetap dalam lindungan-Nya dan bahagia yaaa :) tetap baca cerita Reni dan Arjuna yaa :) salam hangat dariku, author yang tak pernah memberikan sapaan pada pada pembaca. Reya 🤍
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai penulis dilan
Baca
+Pustaka
Ann The Innocent

Ann The Innocent

Ungkapnya sambil menepuk pundak sahabat masa SMA-nya ini. "Siapa penulis itu? Ucapannya sangat benar, tapi aku gak lulus ujian." Tanya Johan. "Penulis itu putrimu, Ann Arthurian." "Apa? Dia penulis?" Antonio menambahkan, "Dia pun sudah masuk team Erick, anakmu sudah menjadi aset negara! Rumah ini adalah rumahnya!" "Apa?" Johan masih tercengang dan terus bertanya dengan kata yang sama.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai penulis dilan
Baca
+Pustaka
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Kehadirannya disambut baik, dan naskah-naskah barunya mulai dilirik oleh penerbit nasional. Namun, dalam sebuah acara diskusi, Delina bertemu seseorang dari masa lalu: Pak Bayu, rekan guru di sekolah lama dan mantan orang yang sempat menyukainya diam-diam saat ia masih mengajar. Kini ia menjadi kepala sekolah di sebuah SD swasta di Surabaya. “Delina Maharani? Astaga... kamu sekarang penulis ya?” Delina tersenyum kaku. “Iya, Pak Bayu. Dunia membawa saya ke jalan yang berbeda.”
9.95.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai penulis dilan
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Autumn Sky
ceritanya bagus dan alurnya pun mengalir. Penulisannya pun juga rapi, jadi waktu dibaca enak. Namun, saya masih menemukan beberapa kesalahan kecil di sini, tapi itu bisa diabaikan dan tidak mengganggu kenyamanan dalam membaca. Ayo kamu update lagi ceritanya, aku menunggunya
Skyler Artemis
aku jarang baca novel dengan sudut pandang orang pertama, tapi aku menemukan novelmu enak untuk dibaca. Ide ceritanya mungkin mainstream tapi pengemasannya fresh dan rapi penulisannya. Ayo update terus, aku tunggu kelanjutannya.
Baca Semua Ulasan
DIKIRA PENJUAL NASI KUNING

DIKIRA PENJUAL NASI KUNING

Gadis cantik yang tak kusangka menjadi penggemar Bianglalaku. [Aku dapat nomor Mbak Lana dari Mas Dikta. Aku nggak nyangka kalau Berliana yang sering Mas Dikta ceritakan itu ternyata Mbak Lana, penulis novel online favoritku. Aku mengikuti semua novel Mbak di platform online itu. Paling favorit kisah Bianglala yang ternyata kisah percintaan kakakku sendiri. Benar-benar tak menyangka. Ohya, nama akun yang kupakai, Denadahlia. Mbak tentu ingat nama itu karena kita sering bertukar komentar di bab-bab novel yang kubaca]
1025.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 917 kali sebagai penulis dilan
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Dan di sana Seseorang berdiri. Bukan siapa-siapa. Tidak memiliki nama, wajah, atau suara. Tapi kau tahu. Dia bukan karakter. Bukan pembaca. Bukan narator. Bukan Tuhan. Dia adalah… Penulis Sejati. Dan dia menatapmu, lalu berkata: “Aku tidak pernah menulis cerita ini. Kalianlah yang membuatku ada.” “Seluruh dunia ini… bukan karya. Tapi cerminan. Aku hanyalah akibat dari kalian semua yang mencoba mencari makna.”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai penulis dilan
Baca
+Pustaka
The Blue Eyes

The Blue Eyes

lanjutnya seraya tersenyum lebar. "Bahasamu, Dan." Aku tersenyum lebar. "Ini karena aku penulis, Mas, jadi bisa kutak-katik bahasa." "Penulis buku pronono?" canda Johan. "Nggak dong, mana bisa aku bikin cerita kayak gitu," sahut Dani. "Terus kamu bikinnya genre apa?"
95.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai penulis dilan
Baca
+Pustaka
Niat Menyamar Malah Dilamar

Niat Menyamar Malah Dilamar

Dengan nama pena, Astika Buana. Pernah, Mbak Rahmi bertanya, kenapa menggunakan nama pena dan tidak memakai nama sendiri. Bukankan ini kerugian, saat nama sebenarnya tidak dikenal di dunia nyata? Aku ingin menjadi Lintang Astuti sebagai designer baju, dan disebut Astika Buana ya, si penulis. Sebagai penulis yang dikenal karena karya, bukan karena profesi yang membayangi. Sekarang, aku di sini sebagai Tutik pembantu bagian bersih-bersih di keluarga Baskoro.
1051.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai penulis dilan
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

sang dokter buka suara. “Maaf, tapi saya merasa tidak adil kalau hanya saya yang tidak mengetahui nama asli dari pihak pertama.” balas Dan tanpa basa-basi membuat pria paruh baya itu menyeringai. “Walau usiamu tidak jauh berbeda dari Lizo, tapi keberanianmu boleh juga, nak Danio.” “……” Dan hanya menatap lawan bicaranya tajam. “Hahaha. Baiklah. Sean, buka dokumen perjanjiannya.” Sekretaris yang berdiri di sampingnya segera menampilkan layar hologram berisi rentetan kata dan menyerahkan layar tersebut kepadanya.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai penulis dilan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status