Hasrat Kakak Tiri
Di bawah album terakhir, setengah tersembunyi, ada sebuah amplop.
Kertasnya tebal, warnanya krem pucat. Di bagian depan, tulisan tangan rapi terbaca jelas:
Untuk Suamiku
Ibu Shana membeku.
Tulisan itu bukan tulisan suaminya. Bukan juga tulisan Shana. Ia mengenal gaya huruf itu—tekanannya lembut, tapi tegas. Ada jeda yang rapi di antara kata-kata, seolah penulisnya sangat berhati-hati memilih setiap kalimat.