Ifat
“Jadi, siapa nama kamu sebenarnya, Kas?”
“Apakah nama seorang perempuan seperti aku ini penting bagi kamu, Mas?”
“Penting.” Jawabku.
“Sepenting apa?”
“Sepenting..,” aku berpikir sebentar. “Sepenting alamat ketika menulis surat, sepenting persona ketika mengucap salam, sepenting tujuan ketika ingin bepergian, juga sepenting rumah ketika ingin pulang.”
“Terima kasih, Mas, aku merasa tersanjung.”
الفصول الرائجة