Di Ujung Senja
Dia tetap menungguku di samping tempat tidur seperti biasanya, lalu berkata datar, "Kalau balas dendam ini bisa bikin kamu senang dan lega, aku nggak keberatan kalau harus hancur dan dipermalukan."
Sambil bicara, dia menata beberapa kotak makan dengan rapi di hadapanku lalu mengambil sendok untuk menyuapiku. "Makan sedikit ya, kalau nggak makan mana mungkin tubuhmu bisa sehat?"
Aku menggelengkan kepala pelan dan berkata dengan nada serius, "Kamu tanda tangani saja surat cerainya, biarin aku pergi dengan tenang."
"Aku juga sudah nggak mau benci kamu lagi, nggak ada gunanya. Biarin semuanya berakhir dan kembali menjadi debu."
Bab Populer