Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

kataku tak bisa menahan emosi, Ibu mertuaku langsung mengelus lengan atas ini. “Kalung itu memang mahal, Neng. Ibu saja belum bisa beli, apa lagi Neng sama mertua Neng.” Ibu berpakaian serba merah itu menimpali. Sombong sekali dia. Bahkan pelayan tersebut ikut terkekeh mendengar sahutan pelayan songong itu. “Ya berapa? Sebutin dong harganya.” “Sepuluh juta tiga ratus dua puluh dua ribu,” jawab si pelayan dengan wajah malas.
9.49.2K viewsOngoingAdded to Library 330 Times as percuma
Read
+Library
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Tujuh tahun hubungan penuh siksaan ini akan berakhir. Hitungan mundur tinggal dua hari lagi. Pagi-pagi sekali, Dave datang ke bangsal dengan seikat bunga matahari, dan jimat yang dia minta dengan harga puluhan juta. Dia menatap Sheila yang kondisinya sudah cukup pulih, dan memakaikan liontin giok itu padanya. Wajah tampannya penuh senyuman. "Besok kamu sudah bisa keluar dari rumah sakit. Tadi malam aku minta jimat ini dari seorang ahli. Ini untuk keselamatan."
36.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as percuma
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Mungkin juga agar nyamuk tak masuk pada malam hari. Aku membenarkan jilbab setelah membuka helm. Kemudian merapikan pakaianku sebelum menyapa perempuan yang sedang memasak kue yang pernah membuatku marah kepada Mas Adry. Kue lumba atau serabi. Di warung kecil yang berada di halaman rumah itulah wanita itu menjual dagangannya. "Beli apa mbak?" tawar wanita yang kutebak ibunya Audi itu.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as percuma
Read
+Library
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Huo Siqian tiba-tiba berkata tepat ketika dia akan menutup telepon. Kata-katanya mengejutkan Huo Mian. "Apa? Anda ingin meminjamkan saya uang?” “Ya, saya mendengar bahwa pengemudi melarikan diri dari tempat kejadian. Polisi masih menyelidiki, dan Anda belum menerima kompensasi apa pun. Adik laki-laki Anda tinggal di Rumah Sakit Rakyat Pertama, yang berarti Anda akan membutuhkan banyak uang untuk perawatannya. Saya tahu bahwa Anda tidak memiliki teman yang dapat meminjamkan Anda dalam jumlah sebesar itu, termasuk tunangan Anda itu. Jadi saya pikir saya akan meminjamkan uang kepada Anda. Anda dapat membayar saya kembali secara perlahan, tanpa bunga.”
104.4K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as percuma
Read
+Library
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

Layar ponsel menyala, dan di sana tertera nama panggilan Peri Kecilku. Tama sempat melirik sekilas, dan hatinya langsung teriris. Ia menunduk, wajahnya menegang. Ada rasa sakit sekaligus cemburu yang tak bisa ia sembunyikan. Dengan kesal, ia memalingkan pandangan ke arah lain. Alih-alih menatap Riko, ia meremas jemarinya sendiri. Orang tua Tama, Ali dan Vita, ikut menyadari perubahan raut putrinya. Ekspresi tak suka itu sangat jelas terbaca.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as percuma
Read
+Library
KUCURI UANG SUAMIKU YANG PELIT

KUCURI UANG SUAMIKU YANG PELIT

KUCURI UANG SUAMIKU YANG PELIT (2) Setelah membuka buka pesan ibu mertua yang ternyata dipenuhi permintaan uang yang dilakukan hampir tiap minggunya itu, aku kemudian membuka pesan dari kontak W******p yang lain. Dan mataku seketika membulat saat melihat pesan yang dikirimkan oleh sebuah kontak W******p dengan profil seorang wanita cantik dengan anak perempuan berusia sekitar dua atau tiga tahun di sisinya.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as percuma
Read
+Library
Cemburu Membawaku Kembali

Cemburu Membawaku Kembali

ucap Crystal Panjang lebar Saat Fian ingin berbicara, Crystal lebih dulu memotong. “Gue ngasih bunga yang warnanya sama sekali nggak gue suka, ke orang yang sama sekali nggak suka sama gue. Lo sadar nggak sih?” lanjut Crystal Mendengar itu, Fian bergerak untuk menyentuh lengan Crystal. Tapi Crystal lebih dulu menghindar dari Fian
2.7K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as percuma
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Petaka Mendua Part35 Suasana lamaran yang semula ramai mendadak terfokus kepada Bu Romlah. Ia memang terkenal usil, dan suka mempermalukan orang lain. Bu Romlah, malam ini, ia sukses mempermalukan Aisya. Selain karma, sangsi sosial juga tidak kalah hebatnya. Bahkan, Aisya yang sudah menuai hasil dari masa lalunya, pun. Masih saja di permalukan.
10100.3K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as percuma
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

"Mela, mantan pacarmu itu sedang berbulan madu di Maladewa! Dia memamerkan kehidupan pernikahannya sekarang," Damar melihat foto-foto itu. Ia mengenali gaun mahal yang dipakai Mela dan cincin berlian yang melingkar di jari manisnya. Itu adalah cincin yang sama dengan cincin yang pernah dia lihat di toko perhiasan ternama. Tentu saja harga cincin itu sangat mahal karena limited edition. Hatinya sedikit bergetar. Sebuah perasaan aneh muncul dalam dadanya. Campuran antara iri, penyesalan, dan kekaguman. Damar tidak pernah menyangka Mela akan bangkit dan memiliki pria lain.
853 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as percuma
Read
+Library
Melupa Rasa

Melupa Rasa

Pram tak marah karena ia pikir Anara hanya membutuhkan 'mainan baru' untuk mengatasi kebosanannya. Hingga akhirnya, salah satu brand skincare premium di negara ini, Estella, memintanya untuk menjadi brand ambassador salah satu produk terbaru mereka. Tanpa pikir panjang, Anara langsung menandatangani kontraknya. Estella merupakan perusahaan besar, tentu saja lebih besar daripada perusahaan Pram. Tidak peduli sebesar apapun kemarahan pria itu nantinya, tetap saja ia tak punya kuasa untuk meminta pihak Estella membatalkan kontrak istrinya.
108.7K viewsOn holdAdded to Library 297 Times as percuma
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status