Godaan Memikat Lelaki Penguasa
Bangkit berdiri dengan cepat.
“Aku harus menemui, Ayah,” ujarku yakin.
Aku melangkahkan kaki keluar kamar, menoleh ke arah ujung ruangan, tempat kerja sang ayah. Kakinya terasa berat, nyalinya menciut dalam waktu sepersekian detik. Antara takut dan juga ragu kaki melangkah pelan, aku membuka pintu ruang kerja ayah. Beliau menoleh, tersenyum ramah, ayahku memang terlihat mempesona meski mengenakan kaca mata. Lalu lelaki dengan gesture tubuh tinggi, lalu mengapa aku malah kecil, pedih tapi tidak berdarah. Bahkan aku dan ibu lebih tinggi ibu, lalu aku mirip siapa kira-kira, mungkin nenek kakek ada yang mungil.
Bab Populer