Cacian Keluarga SuamiKu
"Nah begitu dong, jadi anak yang baik, penurut. Jangan bandel di bilangin. Kamu anak bapak dan ibu satu-satunya,"
"Iya, iya ibu." Kapan lagi dirinya bisa bermanja dengan kedua orangtuanya, semenjak menikah bahkan dirinya tidak pernah di perlakukan seperti ini, dirinya bahkan harus berjuang sendiri. Nisa bahkan tidak mengenal kata lelah, dirinya terus berjuang dan berusaha, tak peduli seberapa hancur dan remuk tubuhnya, bahkan di tengah dirinya berbadan dua, Nisa bahkan sempat-sempatnya berkerja.
Tangan Nisa terulur menyentuh perutnya yang sudah tidak buncit lagi. Hatinya mendadak sedih karena calon buah hati yang ingin di pertahankan olehnya tak bisa di pertahankan.
Chapitres populaires