PETAKA REUNI
“Arini ....“
Aku melepaskan tangan Ibu yang masih melekat di pipi, lalu mengayun langkah ke halaman belakang. Tak jauh di depanku, tampak Ayah berdiri di tepi kolam ikan.
Ayahku itu menaburkan sesuatu ke kolam, memberi makan ikan-ikan lele peliharaannya. Seperti Arsyl, Ayah memang suka memelihara jenis hewan air itu.
“Ayah.” Aku mendekat dengan langkah gemetar. Kuseka air mata dengan cepat, sedangkan kerongkongan terasa tercekat.
“Arini? Kamu sama siapa? Arsyl?” tampak Ayah melongok, seperti mencari-cari sesuatu di arah belakangku.