Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Arya Tumanggala 2

Arya Tumanggala 2

tanya salah satu petani paruh baya pada temannya yang memanggul cangkul di bahu. "Arahnya ke barat, kalau tidak ke Lusem mungkin ke Gunung Pawinihan," jawab petani yang memanggul cangkul. "Lusem? Gunung Pawinihan?" ulang petani pertama. "Memangnya ada apa di sana?" "Mana aku tahu!" sahut si petani bercangkul, sembari bersungut-sungut.
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 613 Times as Petani
Read
+Library
Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Sontak, anak-anak yang bercerai berai, berlarian menuju satu titik. Seorang pria berkacamata dengan seragam hijau tua melangkah di depan rombongan. "Selamat pagi semua! Saya Beni, pemandu peternakan yang akan menemani adik-adik keliling Puncak Dairy Farm. Hari ini, kita mulai dari kandang utama. Di sana kalian bisa lihat proses pemerahan susu." "Asiik!" Beberapa anak langsung meloncat kegirangan.
1099.2K viewsOngoingAdded to Library 3.6K Times as Petani
Read
+Library
Petani Terkuat

Petani Terkuat

"Petani?" Lala mengamati Jaka dari atas sampai bawah, seolah sulit mempercayai pengenalannya. Wajah Jaka memang sederhana, pakaiannya juga tidak seperti pendaki profesional. Namun, gerakannya tadi jelas bukan gerakan orang biasa. Menendang babi hutan sampai terpental lima meter bukan hal yang bisa dilakukan sembarang orang. Jaka berdeham kecil. "Ehem! Apa kamu mendaki sendirian?"
104.4K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as Petani
Read
+Library
TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

"Maaf, Bu ... tapi saya bekerja." "Iya, tau! Bekerja sebagai petani kan?" Bu Sarah terkekeh. "Bagi keluarga kami, petani itu bukan pekerjaan, Haikal. Pekerjaan itu yang bergaji tinggi. Kalau cuma membantu di sawah, itu bukanlah pekerjaan. Gak ada duitnya," kata Bu Sarah sarkas. "Bu ...." "Ibu bicara benar, Del. Petani itu gak punya masa depan, mau jadi apa kamu kalau menikah sama Haikal?"
9.7398.9K viewsCompletedAdded to Library 12.8K Times as Petani
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

tanya Varo yang sebenarnya tak perlu jawaban. “Ini, Umma yang tanam pepohonan, yang buat taman kecil dan kolam ikan, Abah.” Meera tersenyum menatap Varo yang tak berkedip melihat sekeliling rumah Meera yang sangat rindang, meski dalam keadaan malam hari. “Ngedip, Var,” Meera terkekeh melihat tingkah atasannya yang kini sangat berbeda dengan saat di kantor. “Aku ... kagum aja,” ucap Varo lirih.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as Petani
Read
+Library
CEO Arogan Itu Ayah Anakku

CEO Arogan Itu Ayah Anakku

tanya Evelyn. "Peternakanmu kebakaran!" jawab Wanita itu. Deg! Seperti disambar petir, Evelyn bergegas segera berlari tanpa menjawab apa-apa lagi. Peternakan sapi milik Evelyn terletak di halaman belakang rumah Evelyn. Sekitar 200 Meter dari rumah Evelyn. Tanah lapang itu Evelyn beli saat mendapatkan uang kompensasi dari Ethan. Memanfaatkan lahan itu untuk berternak. Dari hasil peternakan, kini Evelyn mempunyai setidaknya ada 200 ekor sapi perah yang menghasilkan susu murni untuk di sortir ke pabrik-pabrik susu.
9.667.0K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as Petani
Read
+Library
Sang Kultivator Terbuang

Sang Kultivator Terbuang

Mereka tidak lain berasal dari Sekte Gerbang Naga. Lawan yang mereka hadapi bukanlah Kultivator lain, melainkan sekelompok Hewan Roh berjenis kera dengan Elemen berunsur Tanah. Ada lebih dari seratus ekor Kera Tanah dan semuanya sudah mati terbunuh.
9.4110.7K viewsOngoingAdded to Library 4.2K Times as Petani
Read
+Library
PETAKA REUNI

PETAKA REUNI

“Arini ....“ Aku melepaskan tangan Ibu yang masih melekat di pipi, lalu mengayun langkah ke halaman belakang. Tak jauh di depanku, tampak Ayah berdiri di tepi kolam ikan. Ayahku itu menaburkan sesuatu ke kolam, memberi makan ikan-ikan lele peliharaannya. Seperti Arsyl, Ayah memang suka memelihara jenis hewan air itu. “Ayah.” Aku mendekat dengan langkah gemetar. Kuseka air mata dengan cepat, sedangkan kerongkongan terasa tercekat. “Arini? Kamu sama siapa? Arsyl?” tampak Ayah melongok, seperti mencari-cari sesuatu di arah belakangku.
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 505 Times as Petani
Read
+Library
SAYUR KENTANG LIMA RIBU

SAYUR KENTANG LIMA RIBU

tanya Andin lagi. Bagus tersenyum kecut. Memang untuk orang yang tak tahu, mereka beranggapan jika penghasilan seorang petani hanya cukup untuk makan saja. Mereka tak tahu saja jika petani dikampungnya terutama petani palawija dan sayuran bisa memiliki rumah mewah serta beberapa unit mobil. Memang masih kalah jika dibandingkan dengan konglomerat yang bisnisnya ada dimana-mana. Namun untuk ukuran kelayakan hidup, mereka sudah termasuk makmur apalagi jika tanah yang mereka tanami adalah milik pribadi, aset mereka bahkan akan mengalahkan seorang yang hanya bekerja di sebuah perusahaan swasta.
1034.2K viewsCompletedAdded to Library 787 Times as Petani
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

tanya Bintang pada pemilik warung saat dirinya tidak melihat adanya Ocin “Toilet Den,” jawab bapak pemilik warung lantas kembali masuk ke dalam. “Cie... baru bertemu tadi pagi, sudah kangen saja sama si Babu,” ledek Toni. “Sembarangan! Gue takutnya dia balik lagi ke rumah atau nekat masuk kelas,” terka Bintang kemudian mulai menyantap sarapannya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as Petani
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status