Kamu yang Kucintai
Lis Susanawatiaku takut kamu pergikata kata ingin pergi tapi masih sayangkata kata diam bukan berarti takutkata kata terlalu berharap
Duduk berdampingan dengan istrinya.
Di seberang mereka, Pak Fardhan duduk didampingi Bu Elok. Sedangkan Arsel masih diam di ruang keluarga. Tubuhnya terasa meriang sejak siang tadi. Dia benar-benar kecapekan.
"Jadi kedatangan kami ke sini untuk meluruskan berita yang tidak enak ini, Pak Fardhan." Pak Cipto membuka suara. Alih-alih nada penuh sesal, suaranya justru terdengar seperti seorang pejabat yang jumawa. Seolah tak boleh terlihat kerdil di hadapan orang terpandang seperti Pak Fardhan. "Kami ingin memastikan, apa benar tuduhan kalau Ettan menghamili putri Anda?"