Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan
Maka ketika ada kesempatan buat pergi dari tempat itu, secepatnya dia pergi dan mampir sejenak di restauran dan toko kue untuk membeli makanan.
"Apa makanannya enak?" tanya Diaz
"Enak sekali, Mas. Apalagi disuapi sama Mas begini, jadi lebih enak."
Mendnegar rayuan Mutia begini hati Diaz sangatlah senang, tidak pernah dia merasakan senang melebihi saat ini. Dia sering memenangkan tender besar, juga sering meraup keuntungan hingga miliyaran rupiah, semua kabar itu membuatnya senang, tetapi tidak bisa menandingi rasa senangnya saat ini, hingga senyuman lelaki itu mengembang dengan sempurna, memperlihatkan dua buah lubang kecil di pipinya.
Hot Chapters