Abang Ojek VS Ibu Polwan
Banyak ornamen bergaya klasik yang terpajang di sini.
Di tengahnya, ada pintu koboi, dua helai, kanan-kiri, yang ukuran masing-masingnya bahkan hanya selebar televisi 14 inci. Aje melewati pintu itu, dan tahulah dia bahwa sang pintu hanya berfungsi untuk mengeluarkan suara ‘krieeet’ ketika dilewati orang, supaya karyawan kafe di dalam mengetahui ada yang datang.
“Silahkan, Pak,” menyambut seorang pekerja kafe dengan ramah. Tangannya terjulur untuk mempersilahkan Aje memilih duduk di meja mana pun yang dia suka.
Hot Chapters