Salah Pilih Istri
Sudah sejauh itu hubungan keduanya, entahlah kenapa selama ini tidak menyadari.
"Jahat kamu, Mas. Penipu!" makinya pada sang suami.
Ruangan menjadi riuh, mengetahui kebenarannya. Warga yang kesal tidak segan-segan menoyor kepala lelaki yang duduk diam itu.
Beberapa warga juga mengambil kursi sofa, lalu melemparkan pada istriku. Aku mencegah? Tidak, mereka mewakili apa yang ingin kulakukan, tetapi tidak kuasa kulakukan karena dia wanita yang sangat aku cintai dan masih istriku. Meskipun menorekan luka teramat dalam, aku sangat sayang padanya.
Sikat na Kabanata