Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Langit di atas mereka terpilin hebat, menciptakan pusaran kegelapan yang menelan cahaya dengan rakus, seolah-olah lubang hitam telah lahir untuk mengubur kejayaan sang Kaisar Dewa Surgawi. Cahaya matahari tak lagi sanggup menembus tirai kelam tersebut, menyisakan dunia dalam keremangan yang mematikan. Ini adalah sebuah simfoni kehancuran yang filosofis, sebuah bukti bahwa ketika keserakahan mencapai puncaknya, bahkan hukum alam pun dipaksa untuk bertekuk lutut. Cahaya ungu, hitam, dan merah darah menyatu menjadi satu titik energi yang mengandung berat dari ribuan gunung dan tajamnya jutaan pedang.
1013.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Jika suatu malam kau membaca ulang satu bab dan merasa hatimu sedikit lebih tenang, maka seluruh perjalanan ini tidak sia-sia. Karena sejatinya, kisah ini tidak pernah dimaksudkan untuk membuatmu menangis, melainkan untuk membuatmu ingat — bahwa bahkan di dalam kegelapan terdalam, selalu ada cahaya kecil yang bersinar lembut dari dalam jiwa. Dan kadang, cahaya itu lahir justru dari luka yang paling dalam. Kini, setelah semua bab tertulis, aku ingin mengucap terima kasih —
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Kenapa kota ini sunyi banget? Padahal matahari sudah tinggi.” “Karena bukan matahari yang memerintah di sini,” jawab Bara lirih. Liora berhenti, menatapnya tajam. “Apa maksudmu?” Bara menunduk, menatap bayangan panjang di bawah kakinya. “Mereka bilang cahaya mengusir kegelapan. Tapi kadang, cahaya yang terlalu murni justru menimbulkan bayangan yang lebih pekat. Aku rasa… kita sedang berada di tempat di mana kedua hal itu belum memilih sisi.”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

“Ruang ini bukan akhir. Ini adalah tengah. Kita… baru saja membuka bagian terdalam dari kegelapan. Tempat di mana cahaya bisa membunuh.” BERSAMBUNG
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Lembah Kaisar Takdir

Lembah Kaisar Takdir

teriak salah satu bayangan, tetapi suara itu tenggelam di antara suara petir dan raungan yang menggema dari kedalaman kegelapan. Di ujung medan, sesosok bayangan muncul lagi, lebih besar dan lebih menyeramkan daripada yang lain. Ia melangkah maju dengan tatapan kosong yang menyiratkan kehancuran, dan setiap langkahnya membuat bumi seakan-akan menangis dalam kehancuran. “Inilah hari ketika semua harapan akan hancur,” bisik bayangan itu, suaranya dingin dan tanpa emosi, “dan dunia akan menyerah pada kegelapan yang abadi.”
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Tetapi alih-alih mengusir teror, cahaya kecil itu hanya membuat dunia kegelapan semakin menakutkan dan menindas dari sebelumnya. Darkness profound energy di sini begitu tebal sehingga hampir padat. Yun Wuji hampir merasa seperti ia mengambang di tengah arus air. Darkness profound energy menderu ke setiap sudut tubuhnya seperti badai miniatur tanpa niat apa pun darinya sama sekali. Tap! "Heh... hehe... hehehehe..." Tiba-tiba, suara tulang berjatuhan dan tawa yang terdistorsi datang dari suatu tempat dalam kegelapan. Itu membuat kuburan hitam itu semakin menakutkan dari sebelumnya.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 451 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang CEO

Kontrak Cinta Sang CEO

Udara di sekitar bergetar, seakan dunia menahan napas, menunggu ledakan berikutnya. Dan di tengah ketegangan itu, suara Dira bergema pelan tapi jelas: “Kalau malam ini adalah malam tergelap… maka biarlah aku jadi cahaya terakhir yang menolak padam.” Cahayanya menyala semakin terang, siap menantang kegelapan sekali lagi.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

Dengan marah, ia mengeluarkan teriakan mengerikan, “Kalian semua akan membayar atas keberanian kalian! Aku akan menghancurkan cahaya ini dan menenggelamkan kalian dalam kegelapan abadi!” Ia mengangkat tangannya, menciptakan gelombang energi gelap yang menghancurkan semua yang ada di sekitarnya. Tanah bergetar, dan angin berputar dengan kencang. Kabut hitam berusaha menyerang balik, mencoba memadamkan cahaya yang dihasilkan oleh Pendekar Buta dan Sri Langit.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status