Rimba Memburu Senala
Di hadapannya, anak-anak berdiri berjajar, memegang gambar-gambar yang mereka buat dari pasir dan arang: rumah pohon, danau, taman bunga.
“Kita bisa mencipta dunia ini,” katanya. “Tapi pertama-tama, kita harus sepakat bahwa kita semua memang ingin menciptanya.”
Diam panjang menyusul.
Lalu seorang lelaki tua yang jarang bicara berdiri—Kawu, yang sepanjang waktu lebih banyak berdoa dan membuat jaring dari benang rotan.
“Kalau dunia yang kita mimpikan hanya terbuat dari harapan, ia akan gugur seperti embun siang hari. Tapi kalau kita percaya dan bergerak, dunia itu akan menjelma menjadi batu-batu fondasi.”
Hot Chapters