Membahas topik ini memang selalu menarik karena berkaitan dengan intimasi pasangan dan keinginan untuk memiliki momongan. Dari berbagai pengalaman yang pernah kubaca di forum kesehatan reproduksi atau cerita dari teman, sebenarnya tidak ada 'posisi ajaib' yang secara ilmiah terbukti meningkatkan peluang kehamilan. Tapi beberapa posisi memang lebih disarankan karena memudahkan sperma mencapai serviks.
Posisi misionaris klasik sering disebut sebagai yang paling efektif karena memungkinkan penetrasi dalam dan meminimalkan 'tumpahan' sperma setelah ejakulasi. Beberapa pasangan juga suka mencoba variasi seperti mengangkat pinggul wanita dengan bantal untuk memberi gravitasi sedikit membantu. Yang lucu, ada temanku yang sampai menghitung waktu ovulasi istrinya pakai aplikasi, lalu mereka berdua malah jadi terlalu tegang karena merasa 'waktunya terbatas'.
Hal yang justru lebih penting menurutku adalah timing hubungan intim yang sesuai dengan masa subur dan kondisi rileks kedua pasangan. Stres berlebihan justru bisa menurunkan fertilitas. Pernah baca kisah pasangan yang akhirnya hamil setelah berhenti 'mencoba terlalu keras' dan malah lebih menikmati proses intimasi mereka secara alami. Jadi selain posisi, suasana hati dan keharmonisan hubungan juga faktor krusial.
Kalau mau eksplorasi lebih jauh, beberapa sumber menyarankan posisi doggy style atau sideways karena memungkinkan penetrasi optimal. Tapi again, ini sangat individual tergantung anatomi masing-masing pasangan. Dokter kandungan biasanya lebih menekankan pada frekuensi hubungan (setiap 2-3 hari selama masa subur) daripada spesifik posisi tertentu. Yang pasti, komunikasi terbuka dengan pasangan dan konsultasi ke dokter jika perlu waktu lama untuk hamil jauh lebih penting daripada obsesi pada satu posisi tertentu.