Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjebak Cucu Presdir

Menjebak Cucu Presdir

Batara menahan napas begitu melihat lembah basah yang terlihat padat, dan—tembem yang bersembunyi dibalik penghalang tipis. Dengan gerakan perlahan, ia bangkit. Tangannya merayap di atas meja, jari-jarinya menyentuh permukaan kayu dingin hingga menemukan sesuatu yang familiar. Sebuah riding crop— kecil, kaku, dengan pegangan berlapis kulit yang halus dan ujung tipis yang siap menimbulkan hentakan tajam. Ia mengambilnya dengan santai, memutar-mutar di antara jarinya seolah mengukur potensi rasa sakit yang bisa ditimbulkan.
642 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Dekapan Hangat Tiga Pria

Dekapan Hangat Tiga Pria

Tawa tipis yang terdengar hambar. “Luar biasa,” gumamnya pelan. “Jadi ini alasan gampang banget diterima.”
1069.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Terjebak Hasrat Terlarang Dokter Denver

Terjebak Hasrat Terlarang Dokter Denver

Dia tersenyum tipis, lalu mengambil satu cinnamon roll yang baru saja dihidangkan. Asap tipis mengepul, membawa aroma kayu manis yang manis. Dengan santai, Denver memotong cinnamon roll menjadi kecil. Dewi menelan ludah, yakin potongan itu untuknya. Namun, Denver malah memakannya sendiri. Mata Dewi berkaca-kaca. Dia heran, kenapa hal kecil seperti ini membuatnya merasa rendah hati. Denver menoleh dan menggoda, “Kamu mau?”
10184.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

Rungan ini terbilang cukup luas. Eka bergumam pelan sambil melihat-lihat daftar buku yang berjajar rapi di sana. BRUK! Tanpa sengaja, Eka bertabrakan dengan seseorang. Memiliki paras tampan, tinggi 170 cm dan putih. "Maaf," kata Eka spontan, sesaat setelah menabrak pemuda itu. Eka pun mendongak, dilihatnya pemuda tersebut. Ternyata ia pemuda yang sama, yang beberapa saat lalu dibicarakan oleh para gadis.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Kecilku

Kebahagiaan Kecilku

“Aku hanya ingin memastikan.” Dari kaca depan, mereka melihat mobil hitam itu melambat di persimpangan, ragu untuk mengikuti. Beberapa detik terasa sangat panjang. Lalu mobil itu berbelok. Mengikuti. Kendrick tersenyum tipis, tanpa humor. “Baiklah.” Ia mempercepat mobil, menyusuri jalan-jalan kecil yang jarang dilewati. Gedung-gedung tinggi berganti menjadi kawasan perumahan lama. Lampu jalan lebih jarang, suasana lebih sunyi.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

katanya sabar tapi tegas, “mulai dari garis lengkung tipis. Jangan ditekan. Biarkan kuasnya bernapas.” Shen Liu Zi mengangguk sungguh-sungguh. Dia meniru posisi tangan Kepala Xun, memiringkan pergelangan sedikit seperti yang dicontohkan. Ujung kuasnya menyentuh permukaan kertas, llalu garisnya langsung melebar. “Tipis,” ulang Kepala Xun, alisnya berkerut, “itu terlalu tebal.” Shen Liu Zi menarik kuasnya cepat-cepat. “Oh.”
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 756 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Pedangnya ditarik mundur —lalu diluncurkan. Satu tusukan. Sederhana. Tanpa gerakan indah. Tanpa putaran teatrikal. Presisi. Bilahnya menembus tepat di bawah tulang rusuk kiri Si Pemotong Angin, di antara celah yang terlalu kecil bagi mata kebanyakan orang. ***
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
TERTIPU CINTAMU

TERTIPU CINTAMU

Ada trauma pada dirinya yang tidak bisa terlupakan. "Ning, aku pulang dulu, ya? Sudah malam," pamit Tesa sembari bangkit dari duduknya. "Hati-hati, Sa di jalan!" pesanku saat dia sudah masuk dalam mobilnya. Wanita tersenyum sambil mengacungkan jempolnya yang langsing. Kutatap Tesa yang berlalu dengan mobil kesayangannya hingga tak terlihat lagi.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Batas Tipis Benci

Batas Tipis Benci

tanya Sita sambil melihat-lihat rumah besar yang berjarak-jarak dari satu rumah ke rumah lainnya. “Aku tidak sabar ingin menunjukkan ini kepadamu, Ta.” Panji pun mengarahkan sebuah remote khusus ke pintu gerbang sebuah rumah yang besar dan pintu itu otomatis terbuka. Perlahan mobil itu berhenti tepat di depan teras rumah. Panji turun dari mobil dan menekan beberapa angka di depan pintu lalu pintu itu otomatis terbuka.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

Dipotong lagi pun percuma. Apalagi Lin Xuan ini minta potong bagian yang lebih kecil? Baru kali ini pemotong dengar cara begini. Belum pernah. Orang lain kalau nekat potong ulang, pasti pilih bagian yang gede. Bagian besar masih mungkin menyimpan giok di kedalaman. Tapi bagian kecil? Area sekecil itu, udah keliatan tembus, tak ada ruang buat giok. Lagipula, kalaupun dipotong, seberapa besar giok yang bisa muat di situ? Selebar kuku? Selebar jempol?
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai potongan tipis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status