Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PROLOG

PROLOG

“Ajak kamu ke KUA, biar gak nglantur terus.” “Aku nglantur apaan sih Mas, apa selama ini kurang jelas?” tanyaku dengan nada yang lebih tinggi. “Jangan keras-keras, Ayah Ibu baru istirahat. Nanti ganggu.” “Mas, yang ngajak ribut dari tadi.” Protesku. “Gak bisa diem, Mas cium nanti.” Ancamnya. Aku langsung menutup mulut. Takut kalau dia asal nyium ada Ayah Ibu.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as provocation
Read
+Library
PROMISE

PROMISE

37 Promise Karena kesalahan di masa lalu mereka, akhirnya ibu dan anak itu mendekam di penjara, tak peduli meski usia Clara telah sangat tua, begitu juga dengan Viola. Tidak terima dengan nasib yang dialaminya, membuat Clara bunuh diri di dalam penjara, dengan cara meminum cairan pembersih lantai. Tidak ada sanak keluarga yang datang ke pemakamannya, termasuk Ziko.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 156 Times as provocation
Read
+Library
Revenge

Revenge

Mendapat serangan yang tiba-tiba dari Suli, membuat Tania kaget dan tidak sempat menghindar. Pukulan keras yang mendarat di wajah Tania, membuat wanita itu terhuyung. Namun belum sempat Tania menguasai dirinya, Suli kembali menyerang. Kali ini dia mencakar dan menjambak rambut Tania. Dua wanita itu saling menyerang, namun tampaknya, amarah yang tersimpan begitu lama, membuat Suli begitu beringas. Hingga keduanya berguling di lantai dengan posisi Tania di bawah. Hal itu membuat Suli dengan mudah mencakar dan menampar wajah Tania, tanpa menghiraukan teriak kesakitan Tania.
108.6K viewsCompletedAdded to Library 181 Times as provocation
Read
+Library
Why

Why

Bukan tidak mungkin akan berbuah nanti, mengingat saat ini adalah masa suburku,' batin Sania panik. "Apa! Jadi kamu menumpahkan cairan cintamu pada tubuhku, Devan! Kenapa tidak kamu keluarkan di luar saja, hah," marah Sania dengan melampiaskan menjambak rambutnya sendiri. "Sania! Kenapa kamu marah, dan menjambak rambutmu seperti ini? Lepaskan tanganmu, karena kamu menyakiti dirimu sendiri," panik Devan dan berusaha melepaskan tangan Sania, yang terus menjambak rambut Sania sendiri.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 320 Times as provocation
Read
+Library
Betrayal

Betrayal

Victor menyentuh kancing piyama Callis. “Victor, aku tidak bisa. Ini salah.” Callis mencoba menyingkirkan tangan Victor darinya. Callis memang mencintai Victor, tapi bukan berarti dirinya akan mengulangi kesalahannya lagi. Meskipun di budaya Victor, having sex adalah hal yang bisa, namun tidak bagi budaya Callis. Callis hanya ingin melakukannya jika Victor dan dirinya sudah sama-sama jujur dengan perasaan mereka. Bukan di saat keduanya dilingkupi emosi seperti ini. Bagi Callis, tidak ada yang namanya having sex, dirinya hanya mengenal making love dan tersebut sakral baginya.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as provocation
Read
+Library
Choice

Choice

Protes Zahra kesal. Ray berpikir cepat memberikan alasan yang masuk akal. “Tadi baru dapat pesan dari teman aku yang mau bikin brosur iklan, batal ketemuan. Dia ada acara keluarga mendadak. Buruk sangka aja.” Zahra menatap tak percaya. “Memang kenapa Martin?” ulangnya. “Aku mau diskusi iklan sama kamu. Bisa nggak datang pas makan malam?”
101.8K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as provocation
Read
+Library
PENDEKAR KAISAR RASKAR

PENDEKAR KAISAR RASKAR

Braka dengan lantang berteriak keras mencoba untuk membakar semangat penuh dengan emosi dari para peserta tes lainnya yang memang pada dasarnya sudah benar-benar tersinggung dengan perkataannya Harum sebelumnya. Alhasil, tidak terlalu sulit untuk lebih memprovokasi mereka semua yaitu para peserta yang memang benar-benar sudah tersinggung mendengar perkataannya Harum beberapa waktu yang lalu. Api kebencian yang sebelumnya hanya beberapa inci saja seketika berubah menjadi kebakaran hebat yang terjadi di dalam hatinya para peserta tersebut dengan perasaan semangat begitu membara. “Benar! Ini adalah kenyataannya bahwa memang tidak ada batasan peserta untuk memasuki Bola Abadi sama sekali. Perkat
102.8K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as provocation
Read
+Library
Menantu Pahlawan Negara

Menantu Pahlawan Negara

"Ardika, berani-beraninya kamu memukul orang tepat di hadapanku, apakah kamu nggak merasa kamu sudah sedikit lancang?" Tepat pada saat ini, ekspresi Levin sudah berubah menjadi muram. Setelah menyulut api amarahnya, berani-beraninya Ardika memukul orang tepat di hadapannya! Menurutnya, itu adalah sebuah bentuk provokasi. "Lancang?" Ardika menoleh, tersenyum dan berkata, "Kalau begitu, coba kamu beri tahu aku, bagaimana baru disebut nggak lancang?"
8.82.7M viewsCompletedAdded to Library 74.5K Times as provocation
Show Reviews (623)
Read
+Library
Arjun Mubarak
ini yg idiot ardika apa luna istrinya atau penulisnya yg idiot udah sejauh ini ceritanya masa istrinya sendiri msih blm tau indentitas suaminya...pdahal fasilitas serta kemewahan yg di nikmati oleh keluarga istrinya semua dri ardika... seluruh penduduk kota tau siapa ardika istrinya sendiri ga tau..
Muh Arsyad Gassing Al-Makassary
Kenapa Posting sedikit sedikit Beginilah,Ini Penulisnya Yg Dungu atau GoodNovel yg TDK beres, sy akan Screenshot ini baru Share klo ini Aplikasi kurang menyenangkan, maksud saya adalah apa ruginya kalian posting banyak²Bab setiap, kan kita juga bayar membacanya, Dasar emang Dungu dan Goblok............
Read All Reviews
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status