Luka Seorang Istri
“Kamu akan bangun dengan semangat baru, semangat menjalani hidup bersama keluarga kecil kita, aku percaya sepenuhnya sayang bangunlah.”
Kau tahu rasanya aku tak sanggup lagi menahan emosi yang kian membuncah, semua salahku, mengingat kejadian itu sungguh rasanya aku begitu bodoh, sampai tega menuduhnya berzina. Ekspresi Dilra berubah tenang, dia selayaknya orang yang tertidur, tak ada raut gelisah seperti tadi. Psikiater mulai membangunkannya, lalu mencoba mengajak bicara. Satu kalimat yang selalu terngiang di benakku.
“Kalau Ibu Dilra, masih enggak mau bicara artinya hypnoterapy kita gagal.” Dan sekarang melihat Dilra masih diam saja saat psikiater itu tak henti mengajaknya bicara...