Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.9K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as puisi 10 bait
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?" Seisi kelas diam, hingga Raka mengangkat tangan dan mulai berbicara dengan lancar. Raka: "Puisi ini bukan sekedar mengisahkan keberanian, tapi juga pengorbanan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya menggenggam pedang, tapi juga berpikir jauh ke depan. Seperti pepatah, 'Mata pena lebih tajam dari mata pedang.'"
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 410 Times as puisi 10 bait
Read
+Library
Dream first class

Dream first class

Membalasnya dengan amarah yang tertahan. [Tidak bisa.] Ia pun membalas dengan bernegosiasi. [Ada lomba bikin puisi se-Indonesia. Temanya, ‘manusia.’ Kamu tinggal buat puisinya maksimal 4 bait, margin normal, diketik dengan font: Times New Roman, ukuran 12, spasi 1.5, dan Bionarasi maksimal 50 kata. Deadline-nya Desember tanggal 1. Syarat untuk mendaftarnya biar aku yang bikinkan. Mau, nggak?]
102.8K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as puisi 10 bait
Read
+Library
Dipaksa Nikah (Mencintai Istri Abdi Negara)

Dipaksa Nikah (Mencintai Istri Abdi Negara)

"Siapa yang mengajarimu membaca puisi? Hem?" "Mama." "Mama?" Kening Purnomo mengernyit. "Iya. Aku selalu membaca puisi-puisi buatan Mama." "Oh, ya? Memang Mama sering membuat puisi?" Purnomo menatap tak percaya. Ara mengangguk cepat. "Iya. Kata Mama itu puisi lama. Tapi ... syairnya kebanyakan tentang kesedihan. Aku nggak tahu maksudnya apa. Tapi bagus," celotehnya.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as puisi 10 bait
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Mengejar impian dan mengangkat wibawa negeri, menampilkan pesona seluruh penjuru yang terberkati. Lima ribu tahun sejarah mengukir semangat para pahlawan dari hati ke hati!" Eh, ternyata sebuah bait berima. Bahkan susunannya cukup bagus. Ewan sedikit terkejut. "Bocah tengik, gimana puisi buatanku?" tanya Nazar. "Lumayan," jawab Ewan. Tandi ikut berkata, "Nggak kusangka kemampuan sastra Senior sehebat ini. Aku benar-benar kagum." Nazar tertawa terbahak-bahak. "Aku menyalinnya dari orang lain."
9.61.2M viewsOngoingAdded to Library 25.3K Times as puisi 10 bait
Show Reviews (92)
Read
+Library
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

"Dan sekumpulan orang bodoh itu! Mereka nggak sadar kalau sedang dimanfaatkan, dan malah membantunya!" Sementara itu, aku malah tenang saja dan meminum tehku perlahan, "Biarkan saja dia mau apa. Aku mau lihat sejauh mana dia bisa bertingkah." Tentu saja Rani mulai mempromosikan barang setelah menangis menceritakan penderitaannya. Sambil terisak dia berkata dengan terbata-bata, "Aku benar-benar nggak punya pilihan lain. Aku bukan orang yang berkuasa, tolong bantu aku!"
8.3K viewsCompletedAdded to Library 255 Times as puisi 10 bait
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Kata-katanya lebih banyak, tapi lebih tajam dalam diam. Suatu malam, saat hujan turun pelan, Nara menemukan sebuah kertas terlipat rapi di atas meja makan. Tertulis: “Untuk Mama dan Papa, dari Alana.” --- Puisi itu ditulis dengan tangan mungil tapi rapi. Tidak indah secara teknis. Tapi menyayat dalam cara yang tak bisa ditiru siapa pun. --- Judul: Rumah Tanpa Alarm
101.8K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as puisi 10 bait
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Sisanya, menghitung untung pribadi. Satu tembok telah selesai ditulisi oleh Mei sebuah puisi. Sepuluh kali aku membaca puisi itu, sepuluh kali pula aku tidak mengerti maksudnya. Pahamku, hanya menerangkan tentang kemalangan manusia, sisanya tidak ada. Kapan-kapan kalau ada waktu, aku akan bertanya kepada dia tentang isi puisi ini.
8.99.9K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as puisi 10 bait
Read
+Library
Ajari Cinta Jatuh Cinta

Ajari Cinta Jatuh Cinta

"Engkau adalah gunung yang tak bisa kudaki, samudera yang tak mungkin kuarungi. Engkau seluas semesta, dan seindah bintang-bintang yang mustahil kugapai. " Seorang Berandal membaca bait-bait puisi dengan penuh hayati. Rima-rima yang mengalir terpatri di hati sang guru dan anak-anak kelas sastra yang duduk terenyuh oleh indahnya puisi yang dibacakannya. Hanya satu orang yang nampak kesal: Cinta Anandia Suryani, gadis manis berkacamata dengan pipi tembem menggemaskan yang terus cemberut sedari kelas dimulai. Hatinya terus bergumam, "dasar preman pasar, Itu kan puisi cintaku! "
103.5K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as puisi 10 bait
Read
+Library
Miss Antagonist

Miss Antagonist

Semakin susah baginya menutup kesedihan. Anya terlentang di tempat tidur, menatap lampu kristal di tengah-tengahnya, membiarkan tiap bulir air mata berjatuhan ke sisi wajah. “Nggak usah nulis, puisimu makin tahun makin sedih.” Pramudya mengangguk, dia mengakuinya. Puisi bukan hanya tersusun dari bait-bait indah, tapi juga menyentuh, menggambarkan bagaimana perasaan penulisnya.
9.834.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as puisi 10 bait
Show Reviews (32)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Read All Reviews
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status