Dokter Sakti Penguasa Dunia
"Mengejar impian dan mengangkat wibawa negeri, menampilkan pesona seluruh penjuru yang terberkati. Lima ribu tahun sejarah mengukir semangat para pahlawan dari hati ke hati!"
Eh, ternyata sebuah bait berima. Bahkan susunannya cukup bagus.
Ewan sedikit terkejut.
"Bocah tengik, gimana puisi buatanku?" tanya Nazar.
"Lumayan," jawab Ewan.
Tandi ikut berkata, "Nggak kusangka kemampuan sastra Senior sehebat ini. Aku benar-benar kagum."
Nazar tertawa terbahak-bahak. "Aku menyalinnya dari orang lain."